14:1 Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah.

14:2 Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya."

14:3 Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya.

14:4 Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!"

14:5 Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.

14:6 Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes,

14:7 sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.

14:8 Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam."

14:9 Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.

14:10 Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara

14:11 dan kepala Yohanes itu pun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya.

14:12 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.

 

Hari ini saya melakukan sebuah kesalahan, bukan sesuatu yang besar, tetapi sesuatu yang harusnya tidak perlu saya lakukan.

Wooooowwwww, apakah itu ? eng ing eng. Tretetet tretetet. . . .

Jangan pikir sesuatu yang besar sekali, tetapi ini sesuatu yang cukup fundamental bagi sebagian orang. Ini masalah janji.

hsm-clock Hari ini saya janji dengan seseorang dari sebuah semi mall, janjian kami adalah jam 12 siang, tepat waktu makan siang.

Tetapi saya bilang, jangan jam 12 deh, jam 10.30 aja. Tetapi ternyata saya bangun bukan hanya kesiangan, tetapi sangat kesiangan.

Walhasil, karena saya juga harus mengerjakan beberapa hal di rumah dan menunggu pembantu saya sampai pulang, maka akhirnya saya baru sampai di tempat janjian jam 11.30an, mendekati jam 12.

Saya pikir, wahhh harusnya saya janjian jam 12 aja.

Bagi beberapa orang janji itu mengikat, tetapi bagi beberapa orang janji itu hanyalah sekedar usaha.

Jika kita lihat bacaannya, harusnya Herodes bisa membatalkan janjinya, tetapi karena janji itu mengikat, maka ia lakukan hal itu.

Jika mau ditarik mundur lagi, maka harusnya Herodes tidak perlu membuat janji seperti itu.

Janji itu mengikat, jika kita merasa janji itu tidak mengikat, maka orang lain yang akan mengikatnya.

Jika kita janji mau jemput orang jam 6, kemudian kita datang jam 6.30 tanpa merasa bersalah, maka orang yang dijanjikan itu akan menagih janji kita.

Janji itu mengikat, entah kita yang mengikat, entah orang lain yang mengikat.

Maka berhati – hatilah membuat janji.

Beberapa orang juga membuat nazar, maka Tuhan bilang “"Apabila engkau bernazar kepada TUHAN, Allahmu, janganlah engkau menunda-nunda memenuhinya, sebab tentulah TUHAN, Allahmu, akan menuntutnya dari padamu, sehingga hal itu menjadi dosa bagimu. Tetapi apabila engkau tidak bernazar, maka hal itu bukan menjadi dosa bagimu.” Ulangan 23 :21-22.

Bukan berarti kita tidak boleh membuat janji, karena janji itu ada kuasanya, contoh jika kita mau kontrakan rumah, maka ada surat perjanjian.

Maka, kita harus berhati-hati jika mau memberikan janji, karena kita harus menepatinya.

Selamat membuat janji,

Timotius Tony



Artikel yang berhubungan:

  1. Kesaksian Yohanes Tentang Dirinya Sendiri [ Yoh 1 : 19 - 28 ]
  2. Yohanes Menunjuk Kepada Tuhan Yesus [ Yoh 1 : 29 - 34 ]
  3. Permintaan Ibu Yakobus dan Yohanes. Bukan Memerintah Melainkan Melayani [ Mat 20 : 20 - 28 ]
  4. Pengakuan Petrus [ Mat 16 : 13 - 20 ]
  5. Pertanyaan Mengenai Kuasa Yesus [ Mat 21 : 23 - 27 ]

Artikel sebelumnya:         Artikel selanjutnya: