15:32 Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan."

15:33 Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: "Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?"

15:34 Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "Tujuh," jawab mereka, "dan ada lagi beberapa ikan kecil."

15:35 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah.

15:36 Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak.

15:37 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh.

15:38 Yang ikut makan ialah empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

15:39 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu pulang. Ia naik perahu dan bertolak ke daerah Magadan.

 

Sekitar beberapa tahun yang lalu ada istilah ekonomi yang cukup populer, yaitu blue ocean strategy.

Disana dikatakan bahwa persaingan bisnis itu sudah mencapai red ocean, artinya persaingan bisnis itu sudah berdarah2.

Perebutan pasar itu sampai benar2 kompetitif sekali, contoh diluar negeri persaingan pepsi dan coca cola, di bidang fast food diperebutkan oleh KFC dan McD, di dalam negeri teh botol dan coca cola.

Bahkan sampai ada istilah hancur-hancuran harga untuk mendapatkan konsumen.

Beberapa lagi persaingannya di bagian pelayanan, jadi jika pergi di A diperlakukan seperti ini, maka di B dengan harga yang sama akan mendapat pelayanan yang jauh lebih baik.

Intinya dunia ekonomi saat ini sudah mencapai red ocean, berdarah2.

Contoh nyata berdarah2nya di kota Surabaya adalah bejibunnya restoran yang cuma buka setahun, setelah itu tutup karena kalah dalam persaingan bisnis.

Maka diharapkan blue ocean startegy bisa mengatasi hal ini, contoh nyata blue ocean strategy di Surabaya adalah Waterpark, karena cuma dia satu2nya di Surabaya, maka ga sampe berdarah2.

Contoh yang lain lagi adalah Sutos, cuma dia mall yang mengunggulkan hang out, yang lainnya Fashion, IT dan lain2, tapi dia satu2nya yang memproklamirkan diri sebagai mall tempat nongkrong.

Ada tambahannya lagi, cuma dia satu2nya mal yang punya tempat outdoor. Maka dia bisa berenang2 di lautan biru, tanpa merasakan persaingan yang berdarah2.

Ternyata beberapa teman bilang blue ocean startegy sudah usang, karena itu hanya bisa diterapkan pada orang yang memiliki dana besar.

Intinya bahwa ada banyak kendala yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan blue ocean startegy.

Maka muncul ungkapan violet startegy, menggabungkan antara persaingan yang red ocean dan blue ocean strategy.

Hari2 ini saya tidak tahu startegi bisnis apa yang paling heboh dan paling trend, tetapi satu hal yang pasti bahwa startegi itu akan terus berkembang.

Tapi yang pasti ada hukum2 ekonomi yang tidak bisa ditinggalkan yaitu, jika penawaran banyak, permintaan sedikit, maka harga akan turun.

Jika penawaran sedikit, dan permintaan banyak maka harga akan naik.

Di hidup ini ada istilah hukum alam, yaitu berbagai hal itu harus terjadi sesuai kodrat alam.

Jika 1 ditambah 3, maka jadinya 4, itu sudah hukum alam dan tidak bisa dirubah.

Ataupun hukum ekonomi, yang berjalan sesuai dengan hukum pasar.

Intinya segala sesuatu berjalan sesuai dengan hukumnya masing.

Tetapi jika kita baca perikop ini, yaitu Yesus memberi makan empat ribu orang, maka jelas2 ini adalah melanggar hukum alam.

Bagaimana mungkin hanya dengan 7 roti dan beberapa ekor ikan kecil bisa memberi makan 4000 orang.

Tetapi justru lewat perikop ini, kita dibawa pada kesadaran bahwa Tuhan Yesus mampu mengalahkan segala hukum, termasuk hukum alam.

Maka jika saat ini kita mengalami masalah tanpa ujung dan tiada akhirnya, maka kita bisa percaya pada Tuhan Yesus, bahwa Ia mampu.

Jika saat ini kita merasa bahwa masalah yang kita hadapi ini tidak ada jalan keluarnya dan merasa bahwa Tuhan Yesus tidak mampu.

Maka baca perikop ini jelas2, yakinkan diri bahwa Tuhan Yesus mampu mengatasi segala persoalan kita, karena hukum alam saja bisa takluk.

Selamat mengalami mujijat,

Timotius Tony



Artikel yang berhubungan:

  1. Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang [ Mat 14 : 13 - 21 ]
  2. Yesus Menyembuhkan Banyak Orang Sakit [ Mat 15 : 29 - 31 ]
  3. Yesus Menyembuhkan Orang – Orang Sakit di Genesaret [ Mat 14 : 34 - 36 ]
  4. Belas Kasihan Yesus Terhadap Orang Banyak
  5. Orang Farisi dan Saduki Meminta Tanda [ Mat 16 : 1 - 4 ]

Artikel sebelumnya:         Artikel selanjutnya: