Mat 10 : 1 – 4

Sekitar 9 tahun yang lalu, waktu itu saya sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di daerah siwalankerto ( hahaha nyonto kayak di koran2 )

Di Universitas tersebut ada kurikulum yang harus diikuti oleh semua mahasiswa, yaitu tutorial.

Tutorial ini modelnya seperti sel, yaitu ada beberapa anak sel dan ada korselnya.

Saya ingat betul salah satu materinya adalah obituari, ketika kamu meninggal,kamu ingin dikenang sebagai orang yang bagaimana ???

Di ayat 4 ditulis ” Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.”

Sampai hari ini saya tidak pernah menemui orang dengan nama Yudas,ataupun Iskariot. Yang ada adalah daniel, matius, markus, peter, dll.

Semua orang ingin dikenal dan dikenang sebagai orang baik. Sayangnya kadang kala hal itu tidak sesuai dengan
apa yang dia lakukan.

Orang ingin dikenal sebagai orang yang murah hati, tetapi jika diminta tolong, ada saja alasannya
Orang ingin dikenal sebagai orang yang sabar, tetapi gampang tersinggung dan ada sedikit masalah langsung marah. . .
Dan lain lainya dan kawan kawannya. . .

Bicara dikenang itu mungkin sesuatu yang jauh. Ketika seseorang meninggal ataupun meninggalkan suatu kota,
pergi ketempat yang jauh dan jarang kembali, maka akan muncul ungkapan dia di kenang sebagai orang yang bagaimana . . .

Tetapi dikenang itu asalnya dari dikenal. Karena dia dikenal sebagi orang yang . . . .
Maka dikemudian hari dia akan dikenang senagai orang yang . . .

Dikenal ini seperti cermin kita tidak bisa melihat hidung kita sendiri ataupun punggung kita sendiri
atau telinga kita tanpa bantuan cermin.

Cermin ini adalah orang2 disekitar kita
Cermin ini akan menghasilkan image
Image inilah yang membuat kita dikenal sebagi orang yang bagaimana . . .

Jika saat ini anda dikenal sebagai orang yang pemarah, pelit, serakah, pengkianat, biang kerok, tukang selingkuh, suka mempermainkan orang lain, sombong, telatan, keras kepala, sumber masalah, sumber kehancuran . . .
dan lain lain.

Jika anda dikenal sebagai orang yang kurang baik, maaf . . . . . . mungkin itulah anda,
Karena anda tidak bisa menilai diri anda sendiri secara obyektif.

Karena perubahan selalu diawali dari kesadaran bahwa dia bersalah atau berdosa.
Maka ada baiknya anda menyadari kekurangan dan kesalahan ataupun dosa anda.

Selamat menyadari,
Timotius



Artikel yang berhubungan:

  1. Pemberitahuan Kedua Tentang Penderitaan Yesus [ Mat 17:22-23 ]
  2. Belas Kasihan Yesus Terhadap Orang Banyak
  3. Pemberitahuan Kedua Tentang Penderitaan Yesus [ Mat 17:24-27 ]
  4. Murid – murid Tuhan Yesus yang Pertama [ Yoh 1 : 35 - 51 ]
  5. Petrus Menyangkal Tuhan Yesus [ Mat 26 : 69 - 75 ]

Artikel sebelumnya:         Artikel selanjutnya: