17:1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.

17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

17:3 Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.

17:4 Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."

17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."

17:6 Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan.

17:7 Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: "Berdirilah, jangan takut!"

17:8 Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorang pun kecuali Yesus seorang diri.

17:9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: "Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorang pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati."

17:10 Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?"

17:11 Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu

17:12 dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka."

17:13 Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

 

Bicara tahu tek, ingatan saya langsung tertuju kepada saudari Sisca.

Hal ini karena dia pernah bilang di dekat rumahnya ada tahu tek terenak se Surabaya. Wah wah wah tahu tek kayak apa itu. . .

Sampai2 kita yang diberitahu bahwa ada tahu tek terenak se Surabaya ini benar2 penasaran, kayak apa sih tahu tek terenak se Surabaya itu.

Sampai akhirnya saya mencoba sendiri, ternyata benar2 enak, tapi kalo sampai bilang terenak se Surabaya kok agak berlebihan ya.

Bicara makanan kita semua punya standar, enak, biasa atau tidak enak.

Yang tidak enak itu jelas, tetapi yang biasa ini yang agak repot, biasa kearah enak atau biasa ke arah ga enak.

Tapi hampir bisa dipastikan semua bahwa, ga ada yang mau biasa kearah ga enak, apalagi benar2 ga enak.

Semua orang mau yang enak.

Kita ikut Tuhan gimana ???

Bicara ikut Tuhan, ada yang bilang bahwa ikut Tuhan itu salib menanti, cawan belum berlalu, pengorbanan, dll lah pokoknya yang seram2 gitu.

Tapi ada juga yang bilang bahwa ikut Tuhan itu cuma ada enak doank.

Apakah seseram itu ? gak juga kan? atau apakah hanya enak tok ? gak juga kan….

Tetapi harus bisa dipastikan, bahwa ikut Tuhan itu standarnya adalah enak, paling rendah biasa kearah enak. Bukan berarti hanya ada enaknya tok, tetapi harus bisa merasakan enaknya didalam Tuhan.

Kalo kita ikut Tuhan  rasanya soro (sengsara) banget, yang ada hanya air mata, darah, dan paku (serem banget bok) jangan2 itu karena kita belum merasakan kemuliaan Tuhan.

Ketika Petrus merasakan kemuliaan Tuhan, dia sampai bilang “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."

Apakah waktu Petrus ikut Tuhan ga ada sengsaranya sama sekali ? ga juga kan, tetapi yang pasti dia merasakan nikmatnya hidup didalam Tuhan.

Apakah anda sudah merasakan nikmatnya hidup didalam Tuhan ?

 

Selamat menikmati,

Timotius Tony



Artikel yang berhubungan:

  1. Yesus Berjalan di Atas Air [ Mat 14 : 22 - 33 ]
  2. Yesus Menyembuhkan Seorang Anak Muda yang Sakit Ayan [ Mat 17:14-21 ]
  3. Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang [ Mat 14 : 13 - 21 ]
  4. Yesus Memberi Makan Empat Ribu Orang [ Mat 15 : 32 - 39 ]
  5. Yesus Menyembuhkan Orang – Orang Sakit di Genesaret [ Mat 14 : 34 - 36 ]

Artikel sebelumnya:         Artikel selanjutnya: