Pengalaman rohani ini aku alami minggu yang lalu. Sedikit pengantar tentang backgroundku : aku berasal dari keluarga Chinese yang belum percaya pada Yesus (non Kristiani) dan hanya aku saja yg uda dibaptis. Mereka masih percaya pada adat istiadat nenek moyang seperti ramalan garis tangan. Keluarga tak mempermasalahkan aku ke gereja tapi tak suka jika aku tidak ikut adat leluhur dan jika aku aktif dalam pelayanan.

Minggu yang lalu aku sempat ditelpon oleh papaku agar pulang cepat karena seorang peramal dari jakarta yang datang ke daerah rumahku di Probolinggo. Aku dan adikku kos di Surabaya. Waktu ditelpon itu, aku ga dibritau tentang hal itu tapi entah kenapa hatiku itu uda ngerasa ga tenang. Aku berusaha menjelaskan bahwa aku ga mau dilibatkan dalam adat yang bertentangan dengan iman kepercayaanku saat ini. Tapi aku juga ga mau bertengkar dengan orang tuaku. Aku berusaha mencari alasan supaya tidak dapat pulang ke rumah. Entah pekerjaan, entah pelayanan yang jadwalnya pas hari aku disuruh pulang itu. Kemudian, sebelum hari H masih ada jarak beberapa hari itu aku juga mengutarakan kegelisahan hatiku pada saudara-saudariku seiman.

Ada 2 orang yang setuju dengan rencanaku menghindari jadwal kepulanganku dengan alasan pekerjaan yang tidak dapat ditinggal, tapi ada 4 orang yang menyarankan agar aku pulang. Wew!!! Aku pun berdoa pada Tuhan agar ditunjukkan jalan mana yang harus kupilih. Bingung nih Tuhan!! Di satu sisi aku memang berniat pulang karena kangen tapi di sisi lain aku ga mau melakukan hal yang bertentangan dengan imanku.

Temanku bilang "Mungkin Tuhan mau pakai saat ini buat memulihkan keluarga cece. Kalau cece ga pulang brarti ga menghadapi medan perangnya. Trus gmn caranya menang?"

Pernyataan itu sempat membuatku kaget. "Bener juga sih. Tapi aku takut an ngerasa ga siap buat berperang saat ini." Selama beberapa hari itu aku merenung tiap kali habis PP (pujian penyembahan). Selalu terngiang-ngiang perkataan "Jika Tuhan mau mengutusku, baiklah Tuhan..aku akan berangkat pulang".

Namun, kegelisahan itu masih tetap belum hilang. Sampai hari H-1 pun aku masih belum mempersiapkan keperluanku untuk pulang. Akhirnya, Tuhan memberikanku jawaban lewat 2 orang temanku pada hari itu. Yang satu mengatakan bahwa kuasa Kristus jauh lebih besar dari segalanya dan itu yang akan melindungiku dari kuasa2 gelap si peramal. Temanku yang kedua boleh mengingatkanku akan pentingnya tunduk pada otoritas orang tua.

Temanku ini sharing bahwa ada kesaksian tentang pemulihan sebuah keluarga yang kondisinya mirip keluargaku dan saat itu sang anak memilih untuk tunduk pada otoritas orang tua. Juga di Firman sering ditulis "…oleh karena perbuatan…" bukan perkataan. Jadi menurut temanku ini, lebih baik aku pulang. Akhirnya, aku pun mengambil keputusan untuk pulang karena setelah mendengar jawaban dari temanku itu hatiku merasa tenang.

Aku memang sangat merindukan adanya pemulihan dalam keluargaku. Namun, lebih dari itu aku ingin Yesus nampak melalui hidupku. Bahwa Rini yang saat ini ga cuma pelayanan aja tapi hidupnya juga uda diubahkan. Bukan anak yang memberontak lagi tapi anak yang taat pada orang tuanya. Lalu aku juga diingatkan akan komitmenku saat retret Wanita Bijak yang salah satunya berbunyi : "Menundukkan diri kepada otoritas yang ditempatkan Tuhan dalam hidup saya" dan itu termasuk pada otoritas orang tua tentunya. (Yehezkiel 36:26 "Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat." )

Ga lama setelah aku ambil keputusan untuk pulang, mamaku telp untuk menanyakan kapan aku pulang. Padahal beberapa menit sebelumnya aku masih bingung harus menjawab bagaimana jika mamaku telp. Aku takut menyakiti hati mama jika aku harus mengatakan bahwa aku ga bisa pulang.

Aku pun sms temanku untuk berterima kasih dan menceritakan hal itu. Dia pun bercerita bahwa awalnya dia ga bermaksud untuk menelponku tapi teman yang laen. Entah kenapa teman2nya itu ga ada yang menjawab telponnya sehingga dia diingatkan Tuhan untuk menelponku.

Oh…Sungguh ajaib Tuhan Yesusku itu. Dia selalu tepat waktu memberikan pertolongan untuk setiap anakNya yang berharap padaNya. Dia memang terlihat lambat menurut waktu kita tapi Dia tak pernah terlambat!!

Sejak jumat malam itu aku mulai mempersiapkan diri untuk dipersenjatai Allah di doa malam. Kemudian sabtu pagi aku pulang naik travel. Bangun pagi itu aku PP dan selama di travel aku mendengarkan mp3 yang isinya puji2an terus sambil tetap berbahasa roh. Aku juga untuk memutuskan untuk puasa hari itu.

Sore hari aku diajak mamaku ke tempat peramal itu. Sambil nunggu antrian aku tetap puji2an dan bahasa roh. Bersenandung tentunya. Mungkin klo orang liat aku kayak orang gila yang mulutnya komat kamit tanpa ngeluarin suara hahaha..

Waktu itu sempat kudengar dari si peramal sendiri bahwa ia adalah anggota suatu gereja di jakarta dan sampai sekarang masih tercatat di sana. Ketika dia menasehati adik sepupuku tentang bahaya pergaulan, tiba2 dia bilang tentang betapa besar pengorbanan Yesus di kayu salib dan memnita adik sepupuku itu agar bisa menjaga diri dari pergaulan yang salah sehingga tak menyia2kan pengorbanan Yesus. Ugghh..emang benar ya sekarang ini akhir jaman telah dekat. Berkedok seperti itu mereka berharap bisa menyesatkan orang2 percaya. Dalam Firman yang ditulis ribuan tahun lalu pun kita sudah diingatkan tentang penyesatan ini rupanya. (1 Yoh 4 : 1)

Akhirnya, saat tiba giliranku untuk diramal, selama di dalam ruangan itu aku tetap berbahasa roh dalam hati dan aku cuma dapat ramalan yang bagus2 saja. Bahwa aku tidak akan menderita kelaparan (itu sich Tuhan yang memeliharaku– Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. Mazm 33:19), tahun ini merupakan tahun yang baik untukku (tentu saja dalam Yesus semua hari adalah baik diciptakanNya), dan mamaku ga perlu menguatirkanku (ini yang penting karena mama suka kuatir). Wah aku benar2 bersyukur pokoke. Praise the Lord!! =)

Thanks God, finally i won that battle. Aku semakin merasakan kuasa puji2an dan bahwa aku ini lemah, tanpa Tuhan aku ga mampu berbuat apa2. Saat ini, aku tetap berdoa buat pemulihan keluargaku. Aku percaya suatu saat nanti (pada waktuNya) seluruh keluargaku akan boleh menerima Yesus dan diselamatkan.

Buat teman2 yang punya latar belakang keluarga kayak aku, jiayo!!! Jadi terang buat keluarga, tetap semangat berdoa dan melayani Yesus. Aku percaya keluarga kalian juga pasti akan dipulihkan dan aku akan turut berdoa juga untuk pemulihan keluarga kalian. Tiada yang mustahil bagi Allah kita! (Luk 1:37)

Buat yang uda ngasi aku saran dan bantuan doa, thanks ya karena kalian uda mau dipakai Tuhan jadi sarana buat njawab doaku tepat pada waktuNya. Jangan pernah lelah bekerja di ladangNya ya hehehe…

GBU all ^o^

1 Yoh 4:4 "Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia."

Rini Widayati



Artikel yang berhubungan:

  1. Masalah = (E)Mas ALLAH

Artikel sebelumnya:         Artikel selanjutnya: