19:27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?"

19:28 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

19:29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.

19:30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

 

Weleh Petrus lagi. . . Petrus lagi. . . .  

Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?"

Belum apa2 sudah tanya upah. . . . .

Saat ini saya mempekerjakan karyawan sebanyak 9 orang, dengan job desk sebagai SPG ( plus kerjaan yang lain2 juga sih )

Ada seorang SPG yang selalu mempersoalkan gaji, jadi jika ia diminta lembur, selalu bilang lemburannya belum dibayar. Padahal jika ia tidak masuk, gaji tidak saya potong.

Hal ini membuat saya juga berhitung dengan dia, jadi kalo dia tidak masuk, saya akan catat juga.

Tetapi saya juga ada SPG yang luar biasa, tidak pernah mempersoalkan gaji, tidak pernah mempersoalkan lembur dan dengan hasil kerja yang baik.

Akhirnya saya pun juga malu kalo kasih gaji ala kadarnya, bahkan pernah saya beri tambahan gaji, saya balik ditanya “ kenapa kok ditambahi ?”

Bahkan dia yang minta cuti 1 hari karena sakit, saya bilang kamu hari ini dan besok libur saja, istirahat supaya cepat sembuh. Minta 1 hari, saya kasih dua hari.

Ini yang selalu terjadi dalam kehidupan, yaitu bekerja dan upah.

Ada orang2 yang selalu mempersoalkan upah selama bekerja. Sehingga yang dipikirkan bukan kerjanya, tapi berapa upahnya.

Padahal jika kita ingin sukses, berpikirlah tentang bekerjanya, upah itu akan mengikuti.

Tuhan Yesus menjawab pertanyaan Petrus tentang upah dengan jawaban yang menggiurkan.

Sehingga Petrus ga usah pusing2 lagi tentang upahnya dan fokus dengan kerjanya.

Apakah di dalam bekerja jasmani ataupun rohani selalu mempersoalkan upah ????

Sudah pelayanan kemana kemari, kok masih belum dapat PH.

Sudah kerja keras, tapi gaji masih segitu2 aja.

Mari kita fokus dengan pekerjaan kita, baik itu yang jasmani maupun yang rohani.

Biar Tuhan Yesus yang baik yang akan memperhitungkan semuanya, kita mah ga usah ribut masalah upah terus.

 

Terima Kasih,

Timotius Tony



Artikel yang berhubungan:

  1. Pemberitahuan Pertama Tentang Penderitaan Yesus dan Syarat – Syarat Mengikut Dia [ Mat 16 : 21 - 28 ]
  2. Perumpamaan Tentang Orang-orang Upahan di Kebun Anggur [ Mat 20 : 1 - 16 ]
  3. Petrus Menyangkal Tuhan Yesus [ Mat 26 : 69 - 75 ]
  4. Petrus akan Menyangkal Yesus [ Mat 26 : 30 - 35 ]
  5. Pemberitahuan Kedua Tentang Penderitaan Yesus [ Mat 17:24-27 ]

Artikel sebelumnya:         Artikel selanjutnya: