16:5 Pada waktu murid-murid Yesus menyeberang danau, mereka lupa membawa roti.

16:6 Yesus berkata kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."

16:7 Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak membawa roti."

16:8 Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya!

16:9 Belum juga kamu mengerti? Tidak kamu ingat lagi akan lima roti untuk lima ribu orang itu dan berapa bakul roti kamu kumpulkan kemudian?

16:10 Ataupun akan tujuh roti untuk empat ribu orang itu dan berapa bakul kamu kumpulkan kemudian?

16:11 Bagaimana mungkin kamu tidak mengerti bahwa bukan roti yang Kumaksudkan. Aku berkata kepadamu: Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."

16:12 Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksud-Nya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki.

 

Ketika umur sudah menapak ke arah lebih matang ( bahasa yang halus untuk mengatakan bahwa umur mendekati kepala 3 ),

Lucu sekali mengingat kata – kata orang tua yang diberikan ke kita pada waktu masih kecil.

Hal ini karena ketika kecil, rasa2nya selalu ingin membantah, tetapi kenyataannya hari – hari ini kita bisa melihat bahwa sebagian besar yang mereka katakan adalah benar.

Salah satu yang sering dikatakan Mama saya adalah, ”Hati – hati bergaul, jangan bergaul dengan berandalan ( istilah yang dipakai untuk orang – orang yang nakal )”

Waktu itu ketika diberitahu, rasa2nya kok Mama ini ga isa ngerti banget.

Tetapi saat ini baru dimengerti bahwa ortu kita tidak mau kita terpengaruh, karena mereka tahu bahwa pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik ( bdk 1 Kor 15 : 33 )

Bukan ngomong kayak gitu sih, tapi kalo nasihatnya “dirohanikan” menjadi seperti itu.

Kalo diingat2 sih emang benar juga, teman2 yang punya teman nakal, rata2 jadi nakal juga.

Dulu ketika saya kelas 2 SMA, saya berteman dengan seseorang yang bekas tidak naik kelas. Yahh emg yang ga naik kelas, identik dengan anak yg nakal.

Dan emang benar, anak ini memang nakal, karena bergaul ama dia, saya jadi sering sekali makan di kelas, meludah di kelas, dll

Bukan cari kambing hitam lo ya, tapi mungkin karena dasarnya aku uda nakal, ditambah ada temaan yang lebih nakal lagi, wahh habis sudah.

Untung akhirnya kelas 3 uda pisah, kalo enggak rasa2nya bisa berabe. Walaupun untungku bukan untungnya dia, karena dia ga naik lagi n dikeluarin.

Ada seseorang pernah bilang, “Tunjukkan 5 orang yang selalu bersama anda, dan saya akan memberitahu masa depan anda“

Artinya bahwa masa depan kita tidak jauh2 dari orang2 yang selalu bersama kita.

Kalau teman2 kita suka bicara kotor dan hampir tiap hari anda kumpul dengan mereka, tinggal hitung hari saja anda akan jadi seperti mereka dan dipastikan bahwa masa depannya mereka, begitu juga masa depan anda.

Maka jika kita ingin jaga rohani kita tetap baik, hubungan kita tetap intim dengan Tuhan, maka kita membutuhkan orang2 yang saling mensupport rohani kita.

Orang2 yang berprinsip untuk hidup menurut Firman Tuhan, dan bukan orang2 yang punya prinsip2 dunia.

Bukan yang benar menurut manusia, tetapi selalu mencari apa yang benar dihadapan Allah.

Hal ini karena “Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.” Yak 4:4

Bukan berarti bahwa kita tidak boleh berteman dengan semua orang, tetapi  “Perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif” Ef 5 : 15

Sehingga tidak ada pergaulan yang justru membawa kita jauh dari Tuhan. Boleh berteman dengan semuanya, tetapi untuk bergaul secara intens, hati-hati.

Maka mau jadi apa kita, lihatlah orang2 yang selalu bersama anda.

 

Selamat bergaul dengan sehat,

Timotius Tony



Artikel yang berhubungan:

  1. Orang Farisi dan Saduki Meminta Tanda [ Mat 16 : 1 - 4 ]
  2. Pertanyaan Orang Saduki Tentang Kebangkitan [ Mat 22 : 23 - 33 ]
  3. Yesus Mengecam Ahli-ahli Taurat dan Orang-orang Farisi [ Mat 23 : 1 - 36 ]
  4. Perumpamaan Tentang Biji Sesawi dan Ragi [ Mat 13 : 31 - 35 ]
  5. Perumpamaan Tentang Orang-orang Upahan di Kebun Anggur [ Mat 20 : 1 - 16 ]

Artikel sebelumnya:         Artikel selanjutnya: