Bagian keempat dari 5 artikel. Artikel sebelumnya adalah tentang Apa Sih Pacaran Itu?

Lah kalau pacarannya mau yang model begini kan repot? ribet bangettttt……, polll trus mau cari dimana pasangan hidup seperti ini? ada nggak orang yang mau diajak pacaran model begini????? Mana harus fokus untuk memberi dan memberi, harus sepadan, and deket sama Tuhan lagi, kayaknya mustahil deh….. bisa-bisa gak pernah ketemu sampai tua hehehe…

Saya percaya ada, karena ada teman-teman saya yang melakukan hal ini dan mereka akhirnya menikah……dan menjadi pernikahan yang diberkati, juga membuat orang ingin memiliki pernikahan seperti mereka.

Kalau mau disimpulkan dalam satu pertanyaan mungkin jadinya begini : lalu bagaimana caranya kita tahu kalau cowok atau cewek ini adalah pasangan hidup yang sepadan denganku?

Ada kata-kata bijak yang mengatakan “ Don’t judge a book by its cover”- bener banget deh kata bijak ini. Manusia kan terdiri dari tubuh, jiwa (ini meliputi pikiran, perasaan dan kehendak kita) dan roh, nah ternyata sebagian besar orang memilih pasangan berdasarkan kecocokan fisik dan jiwa saja, kita lupa untuk mencocokkan roh kita. Kalau penampilan fisik ok, pembicaraan nyambung, tingkat pendidikan selevel, keluarga juga berasal dari kelas perekonomian atau status sosial yang sama kita langsung menganggap inilah pasangan yang sepadan denganku. Enggak heran kalau ada banyak pernikahan yang gagal atau mungkin bertahan dan terlihat ok ok saja, tetapi ternyata dalamnya sudah kering, hambar tidak ada sukacita lagi.

“Harapan terbesar bagi sepasang kekasih adalah membangun hubungan dia atas pondasi rohani.” Saya mengutip ini dari buku favorit saya tentang pasangan hidup : “Finding Your Million Dollar Mate” oleh Randy Pope. Terus apa dong yang dimaksud dengan kesamaan Roh? Atau kualitas Roh yang bagaimana sih yang harus kita cari dalam diri pasangan kita?

2 Petrus 1:5-8 menyatakan begini: “Justru karena itu, kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, dan kepada penguasaan diri ketekunan dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan Kita.”

Pasangan yang terbaik yang dapat kita harapkan adalah pasangan yang memiliki kualitas-kualitas ini : Iman. Kebajikan. Pengetahuan. Penguasaan diri. Ketekunan. Kesalehan. Kebaikan. Kasih.

Dan hanya orang-orang yang telah diubahkan karena Kristuslah yang dapat memiliki kualitas seperti ini. Lho kog bisa? Ya karena hanya Roh Kudus yang dapat membentuk roh kita sehingga memiliki kualitas-kualitas ini. Dan hanya setelah menerima Kristuslah maka Roh Kudus dapat berkarya dalam diri kita.

Jadi, kita sebaiknya mencari pasangan yang menunjukkan bukti kuat bahwa Allah telah melakukan sesuatu baginya. Bahwa Allah telah mengubahkan hidupnya. Bukan sesorang yang telah melakukan berbagai hal bagi Allah. Carilah seseorang yang memilih menjalani kehidupan yang menyenangkan hati Allah, bukan agar mendapatkan kemurahanNya, tetapi karena ia telah mengalami kemurahanNya.

Bila kita dengan kemurahan Allah berhasil menemukan pasangan yang memiliki kualitas –kualitas rohani yang luar biasa ini, saya yakin kita telah menemukan soulmate kita. Seseorang yang hidup untuk menyenangkan hati Allah, dan seseorang yang tentunya akan menjadi rekan seperjuangan yang tangguh, yang senantiasa berusaha membawa kita untuk tetap berada di jalan yang dikehendaki Allah.

Pada akhirnya kasih yang timbul dari roh yang telah menjadi milik Allah, pastilah akan menjadi kasih yang tahan uji, yang tidak akan pudar di saat daya tarik fisik, perasaan romantis, dan kesehatan fisik telah memudar……

Yashinta Kasih

Artikel selanjutnya: The Ultimate Soulmate Question



Artikel yang berhubungan:

  1. The Ultimate Soulmate Question
  2. Apa Sih Pacaran Itu?
  3. Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?
  4. Jatuh Cinta
  5. Yesus Menyembuhkan Orang – Orang Sakit di Genesaret [ Mat 14 : 34 - 36 ]

Artikel sebelumnya:         Artikel selanjutnya: