Hari ini rasanya begitu sulit untuk mengucap syukur tapi Tuhan selalu membuat ada alasan untuk bersyukur. Rasanya jengkel waktu awal mengetahui bahwa aku tertipu tapi tidak ada gunanya menggerutu/mengomel jadi aku memilih untuk mencoba bersyukur. Siang ini aku mengalami kejadian yang kurang mengenakkan. Saat sedang menyetir mobil, aku mendapat sms dari nomer asing yang isinya bertanya apa aku jual pulsa dan di bagian terakhir sms diberi nama salah seorang temanku. Tanpa curiga (aku cuma bingung aja karena ada 2 orang temanku yang bernama sama jadi aku bingung ini teman yang mana) aku membalas sms itu. Aku memang berjualan pulsa sejak lama dan baru kali ini dapat konsumen yang seperti ini. Karena sedang menyetir aku ga langsung mengisi pulsanya. Dia sempat sms protes kok lama. Akhirnya, aku mengisi pulsanya sebesar 50rb. Waktu itu yang terbersit dalam pikiranku cuma sedikit kecurigaan kok nomer temanku ganti ya. Itu aja tapi karena aku lagi males mikir ngecek ya langsung kuisi.

Nothing happen unil my friend called me by phone told me that it wasn’t her sms. Aku setengah bengong karena tadinya aku mengira itu temanku yang satunya lagi. Lalu dia minta maaf bahwa dia memberikan nomerku pada orang yang ternyata penipu. Dia sendiri gak ngecek dan langsung memberikan nomerku saat ditanya sapa temnanya yang jual pulsa. Jadi kami sama2 tertipu. Temanku ini mau membayar pulsa itu tapi aku ngerasa itu ga fair jadi aku ga mau terima. Aku agak heran karena nama2 samaran yang dia pakai itu nama2 temanku semua yang ada di HSM. Lalu temanku menjelaskan kayaknya orang itu dapat nomer dan nama kami dari brosur retret YSF tahun lalu di mana mereka menjadi panitia pendaftarannya. Ckckck kok bisa ya…kok tega ya…aku cuma bisa berpikir seperti itu.
Kejadian itu terjadi saat aku berada di toko buku Toga Mas. Pas masuk, aku kesulitan parkir soalnya aku ga suka (plus ga terlalu bisa hehe) parkir mundur sehingga aku sdikit menggerutu karena bolak balik maju mundur ga pas2 hehe. Mungkin sama satpam dan juru parkirnya dihafalin tampangku gara2 menimbulkan kemacetan saking lamanya aku masukin mobilku di line parkir itu =p habis parkir dengan keringat bertetes2an dan lengan pegel2 (maklum ga power steering tapi steering by power) aku menuju ke toilet.

Eh…tiba2 mataku tertuju pada sesuatu yang ga asing di lantai toilet itu. Kertas berwarna biru bergambar mantan presiden Soekarno yang ada tulisannya 50.000 rupiah. Trus aku pungut duit itu dan aku berikan ke pak satpam biar diumumkan atau barangkali ada cewek yang lapor kehilangan duit kan pasti ke satpam. Ga mungkin cowok yang lapor kehilangan soalnya duit ditemukan di toilet wanita hehe kecuali………

Kejadian itu awalnya biasa aja bagiku karena ya sudah seharusnya kalo nemu duit ya dilaporkan ke pihak yang berwenang. Ga boleh dikantongin….dosa!!!
Nah, pas mau pulang dari sana itulah aku baru tau kalo aku tertipu setelah ditelpon temanku. Kemudian di sinilah iman dan kejujuranku diuji. Pas masuk mobil tiba2 aku dihampiri pak satpam yang mau mengembalikan duit 50rb temuanku tadi. Dia bilang kalo dia kesulitan nyari sapa yang kehilangan jadi mau dia kembalikan ke penemunya alias aku! Lah dia aja bingung trus aku apa gak lebih bingung gimana nemuin yang punya tuh duit coba ckckck jenaka pisan satpam iki pikirku.
Sempat ada iblis menggoda yang membisikkan “Uda ambil aja. Kan pas tuh nominalnya sama kerugian kamu tertipu pulsa tadi. Anggap aja Tuhan yang ngasih lewat jalan lain ya toh..” lalu ada malaikat yang mengingatkanku “Jangan diambil! Itu kan bukan hak kamu! Percayalah Tuhan mampu gantikan kerugian kamu dengan cara yang halal. Serahkan uang itu ke pak satpam” (jadi kayak di sinetron2 ada yang pake baju item bertanduk dan putih bersayap di belakangku). Akhirnya, aku bilang sama satpam itu kalo aku ga mau nerima uang itu karena aku juga ga tau gimana cara mengembalikannya. Jika emang nanti ga ada yang lapor kehilangan ya uda masukin aja ke kotak sumbangan buat korban bencana alam. Beres kan?! Si satpam angguk2 tanda setuju trus dia juga mengatakan di perempatan dekat situ ada yang biasanya bawa kotak sumbangan. Fiuh….lega rasanya bisa mengalahkan si iblis tua jelek itu hehe.

Dari kisahku hari ini, aku merenung bahwa seringkali kita sebagai anak2 Tuhan dihadapkan pada situasi yang harus memilih : tetap berjalan dalam ketentuan-Nya atau mengkhianati-Nya dengan mendukakan hati Yesus??? Ga ada daerah abu2 dalam hidup ini. Yang ada cuma hitam atau putih! Dan dalam setiap keputusan yang kita ambil ada konsekuensi yang harus ditanggung. Mungkin orang akan menganggap kita sok suci. Namun, dibandingkan dengan kekekalan yang akan kita alami bersama Yesus, ejekan itu sungguh ga ada artinya.. trus kita juga bisa dipakai jadi alatNya bahwa anak Tuhan ga cuma pinter puji2an, ngafalin Firman, atau rajin ikut persekutuan tapi juga melakukan Firman itu sendiri. Sore tadi aku sempat bercerita pada tetanggaku yang jualan pulsa juga trus aku sempat nyeletuk "untung aja cuma 50rb" tapi dia protes "wong kamu ditipu kok masih bisa bilang untung lho". Setelah diam sejenak, aku merenung..aku benar2 bsyukur kalo slama aku di HSM ini benar2 banyak belajar dan diajar untuk senantiasa mengucap syukur apapun keadaan yang kita alami sehingga kita boleh tetap menyaksikan kebaikan Tuhan sekalipun itu adalah saat2 yang ga enak.

Trus untuk nomer 081930489836 siapapun dirimu dan dimanapun kamu berada, bertobatlah sebab Kerajaan Surga sudah dekat! Tadi aku sempat ngecek ke customer service kalo nomer ini dari daerah Muara Bungo (Sumatera) dan pulsanya ada 800rb lebih. Berarti orang ini emang spesialis cari pulsa gratis. Tadi aku sempat sms ke nomer itu sebelum berangkat misa. Aku mau melepaskan pengampunan dulu. Mungkin orang ini butuh untuk diberkati. Ya semoga pulsa yang dia dapat boleh digunakan sebaik2nya…(khayalanku : mungkin dipake buat kirim2 sms ayat gitu hehe). Buat teman2 yang juga jualan pulsa hati2 ya sama nomer ini. Jangan sampai kejadian ini menimpa kalian juga. Cukup sampai di aku aja. Smoga notes ini bolh jadi berkat buat kita semua. GBU ^^

(Deuterokanonika) Yesus bin Sirakh 7:36 “Dalam segala urusanmu, ingatlah akan akhir hidupmu, maka tak pernah engkau akan berdosa.”

 

Rini Widayati



Artikel yang berhubungan:

  1. Apakah Anda Bekerja Untuk Tuhan?

Artikel sebelumnya:         Artikel selanjutnya: