16:1 Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka.

16:2 Tetapi jawab Yesus: "Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah,

16:3 dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.

16:4 Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus." Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.

 

Sesuatu yang sangat umum dikalangan pengusaha tentang suatu istilah, yaitu ada uang ada barang.

Hal ini terjadi karena memang banyak hal yang buruk menimpa orang yang memberikan barang dahulu, dengan membayar di belakang, ternyata ada yang tidak membayar bahkan lari.

Beberapa orang memang tidak bisa membayar, setelah memesan barang dan barangnya datang, ternyata hutang melilit, usaha hancur, akhirnya tidak bisa membayar.

Tetapi juga ada beberapa orang yang memang sengaja untuk berbuat jahat, dengan niat tidak akan membayar.

Kejadian mengenai uang yang tidak terbayar, padahal barang sudah dikirim ini pernah dialami oleh teman saya, bahkan papa sayapun juga sering mengalami hal ini.

Akhirnya istilah ada uang ada barang ini menjadi sesuatu yang prinsip di dunia perdagangan.

Jika yang membeli adalah orang yang baru dan belum dikenal, maka pembayaran harus dimuka, tetapi jika sudah beberapa kali pesan dan pembayarannya lancar, maka bisa dimundurkan.

Ternyata hal seperti ini juga terjadi di kehidupan rohani, jika belum melihat hasilnya, maka belum percaya.

Jika usahanya belum lancar, maka tidak mau memberikan perpuluhan atau kolekte.

Jika belum dapat pasangan hidup, maka tidak mau pujian penyembahan.

Jika masalahnya belum selesai, maka tidak mau ke Gereja.

Intinya jika belum ada barangnya, tidak mau bayar.

Jika belum ada buktinya, maka tidak mau percaya.

Padahal Tuhan memberikan tanda, bukan bukti.

Jika ada rambu2 dengan tulisan “ Hati2 banyak kecelakaan “, maka kita tidak percaya hal ini. Tetapi jika ternyata di depan kita ada kecelakaan atau bahkan kita sendiri yang mengalaminya, maka kita baru percaya, “Iya, benar rambu2 itu, disini banyak kecelakaan."

Apakah iman kita selalu iman dagang ?

Janganlah kita selalu mencari bukti, dan tidak mau percaya pada tanda yang diberikan.

Selamat beriman,

Timotius Tony



Artikel yang berhubungan:

  1. Tentang Ragi Orang Farisi dan Saduki [ Mat 16 : 5 - 12 ]
  2. Pertanyaan Orang Saduki Tentang Kebangkitan [ Mat 22 : 23 - 33 ]
  3. Yesus Mengecam Ahli-ahli Taurat dan Orang-orang Farisi [ Mat 23 : 1 - 36 ]
  4. Perumpamaan Tentang Dua Orang Anak [ Mat 21 : 28 - 32 ]
  5. Yesus Menyembuhkan Orang – Orang Sakit di Genesaret [ Mat 14 : 34 - 36 ]

Artikel sebelumnya:         Artikel selanjutnya: