<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Merayakan Ekaristi yang Sejati</title>
	<atom:link href="http://www.hsm.or.id/merayakan-ekaristi-yang-sejati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hsm.or.id/merayakan-ekaristi-yang-sejati/</link>
	<description>Komunitas Pujian Penyembahan Muda-mudi Katolik Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Jul 2010 06:50:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: Budi Darmawan Kusumo</title>
		<link>http://www.hsm.or.id/merayakan-ekaristi-yang-sejati/#comment-109</link>
		<dc:creator>Budi Darmawan Kusumo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 08:38:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hsm.or.id/merayakan-ekaristi-yang-sejati/#comment-109</guid>
		<description>Maka Tradisi Gereja Purba tidak mempermasalahkan perubahan roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Jesus, tetapi lebih memperhatikan umat beriman. Bukan apa yang terjadi dengan roti dan anggur melainkan &quot;apa yang terjadi dengan umat beriman yang merayakan perjamuan dengan roti dan anggur?&quot; Mereka yang mengambil bagian dalam perjamuan harus menjadi &quot;roti dan anggur bagi sesama&quot;, seperti Jesus sendiri adalah roti dan anggur yang diserahkan pada umat. Karena iman Gereja Purba bersifat normatif bagi iman kita sekarang, maka tidak tersedia  pilihan lain bagi kita kecuali harus membangun Gereja agar semakin hari semakin menjadi roti bagi umat manusia. Niat ini harus selalu diperbaharui bila umat bersama-sama merayakan ekaristi, dan dengan demikian kesadaran akan makna ekaristi juga akan semakin diperdalam.

komentar :
Saya tidak setuju kalau tidak mempermasalahkan. Dan sebetulnya Gereja Purba itu sangat berhati - hati dalam menjalankan sakramen, karena ada kata - kata YESUS yang berkata bahwa, &quot;jikalau engkau tidak menyantap tubuh dan darahku, maka engkau tidak akan masuk ke kerajaan surga&quot;. jadi HARUS BENAR - BENAR mempermasalahkan perubahan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maka Tradisi Gereja Purba tidak mempermasalahkan perubahan roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Jesus, tetapi lebih memperhatikan umat beriman. Bukan apa yang terjadi dengan roti dan anggur melainkan &#8220;apa yang terjadi dengan umat beriman yang merayakan perjamuan dengan roti dan anggur?&#8221; Mereka yang mengambil bagian dalam perjamuan harus menjadi &#8220;roti dan anggur bagi sesama&#8221;, seperti Jesus sendiri adalah roti dan anggur yang diserahkan pada umat. Karena iman Gereja Purba bersifat normatif bagi iman kita sekarang, maka tidak tersedia  pilihan lain bagi kita kecuali harus membangun Gereja agar semakin hari semakin menjadi roti bagi umat manusia. Niat ini harus selalu diperbaharui bila umat bersama-sama merayakan ekaristi, dan dengan demikian kesadaran akan makna ekaristi juga akan semakin diperdalam.</p>
<p>komentar :<br />
Saya tidak setuju kalau tidak mempermasalahkan. Dan sebetulnya Gereja Purba itu sangat berhati &#8211; hati dalam menjalankan sakramen, karena ada kata &#8211; kata YESUS yang berkata bahwa, &#8220;jikalau engkau tidak menyantap tubuh dan darahku, maka engkau tidak akan masuk ke kerajaan surga&#8221;. jadi HARUS BENAR &#8211; BENAR mempermasalahkan perubahan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
