Community Service
Artikel kali ini diambil dari notes anggota salah satu komunitas di Surabaya. Semoga juga menjadi berkat buat pengunjung web ini baik anggota HSM maupun komunitas lain bahkan yang belum brgabung dalam komunitas manapun.
temen-temen, jok bosen2 yah kalo aku ngoceh2…..
aku mau sharing dikit ya kalo bole
sebenere ini udah lama kutulis….dan koq ya pas dgn yang kurasa skrg,
ada yang kutipan2 dari buku dan renungan juga
bukan mau jadi pastor, atau mau ngkhotbahi kalian, atau aku lebih suci dan tidak berdosa drpd kalian….mungkin aku lebih berdosa
tapi tolong luangkan waktu sedikit untuk membaca tulisan ga berharga ini dan renungkanlah tindakan2 kalian ya…….“ Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku di situ Aku ada ditengah-tengah mereka”. (Mat 18:20)
Jadi, kita tuh begitu terberkati, Allah telah membuat janji yang luar biasa berkaitan dengan kelompok-kelompok kecil orang percaya.
Apakah temen2 skalian mengingini janji Allah itu digenapi terus menerus?
Apakah temen2 rindu Allah hadir ditengah2 anda skalian sepanjang waktu?aku mau sharing dan berbicara sedikit tentang perkumpulan, persekutuan atau berkomunitas dalam Allah.
Dalam persekutuan yang sejati, orang mengalami otentisitas.
Apa maksudnya mengalami otentisitas? Artinya orang bisa menjadi dirinya sendiri, tanpa topeng tanpa sandiwara dengan tujuan hidup yang jelas.
Bersifat otentik membutuhkan baik keberanian hati maupun kerendahan hati.Mengapa orang perlu mengambil resiko semacam itu?
Mengapa orang perlu mengambil resiko untuk memberanikan dan merendahkan hati?
Karena itulah satu-satunya cara untuk bertumbuh secara rohani dan sehat secara emosional.
Alkitab mengatakan, “ Lakukanlah ini sebagai sesuatu yang biasa : Hendaklah kamu saling mengaku dosa dan saling mendoakan sehingga kamu bisa hidup bersama dengan sehat dan sembuh” (Yak 5:16a)
Jadi tmn2, kita harus berani membuka diri dan merendahkan hati kita terhadap sesama kita dalam sebuah persekutuan dalam Nama Yesus.Dalam persekutuan yang sejati orang-orang mengalami kebersamaan.
Kebersamaan adalah seni memberi dan menerima.
Ini berarti saling bergantung.Alkitab berkata, “Cara Allah merancang tubuh kita adalah sebuah contoh untuk memahami kehidupan kita bersama sebagai sebuah Gereja : setiap bagian bergantung pada bagian lainnya” (1Kor 12:25)
Kebersamaan adalah inti persekutuan : membangun hubungan timbal balik, berbagi tanggung jawab, dan saling membantu.
Dalam persekutuan yang sejati orang-orang mengalami simpati.Simpati bukanlah hany memberikan nasihat atau menawarkan bantuan cepat yang hanya basa-basi ;
Simpati adalah masuk dan turut merasakan penderitaan orang lain.
Simpati memenuhi dua kebutuhan dasar manusia ; kebutuhan untuk dipahami dan kebutuhan agar perasaan-perasaan Anda diterima.
Setiap kali Anda memahami dan menerima perasaan-perasaan seseorang, Anda membangun persekutuan.
Dalam persekutuan yang sejati orang- orang memperoleh belas kasihan, di mana kesalahan tidak diungkit-ungkit tetapi dihapuskan.Bukan berarti kita lupa atau dihapus supaya kita hilang ingatan, tidak!
Tetapi kita berusaha tidak mengingat kesalahan2 yang sudah terjadi di masa lalu, berusaha melewatkan dan tinggal di masa lalu saja.
Orang bilang EPEN KAH?
emang penting kah?Biarlah yang jelek2, yang negative, kesalahan2 itu menjadi seperti duri2 pada setangkai bunga mawar.
Karena otak+memory manusia itu terbatas lho, jadi kita lebih baik mengingat, memikirkan dan membicarakan hal2 yang penting yang positif aja. AMEN?
Persekutuan terjadi ketika belas kasihan menang atas keadilan.Kita semua membutuhkan belas kasihan, karena kita semua tersandung dan jatuh serta membutuhkan pertolongan untuk kembali ke jalur dan jalan Tuhan kita Yesus Kristus dan tentunya dengan bantuan dan bimbingan Roh kudus, yang ada dalam persekutuan diantara 2 atau 3 orang bersama2 teman2 kita.
Kita perlu saling memberikan belas kasihan dan bersedia menerimanya dari orang lain.Allah berfirman, “ Ketika orang berbuat dosa, kamu hendaknya mengampuni dan menguatkannya” (2Kor 2:7)
Ada banyak manfaat lain yang akan Anda alami ketika menjadi bagian dari sebuah kelompok kecil yang melakukan persekutuan yang sejati.
Menjadi bagian dari sebuah kelompok kecil merupakan bagian penting dari kehidupan Kristiani Anda/kita semua yang tidak bisa Anda/kita abaikan.Selama lebih dari 2000 tahun orang-orang Kristen telah berkumpul secara tetap didalam kelompok-kelompok kecil untuk bersekutu.
Jika anda belum pernah menjadi bagian dari suatu kelompok atau kelas seperti ini, Anda benar-benar tidak mengetahui apa yang terlewatkan oleh Anda.Komunitas membutuhkan Komitmen.
Kisah Para Rasul 2:42, mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Hanya Roh Kudus yang bisa menciptakan persekutuan yang sesungguhnya di antara orang-orang percaya, namun Dia mengembangkannya dengan pilihan dan komitmen yang kita buat.Paulus menunjukkan tanggung jawab ganda ini ketika dia berkata, “Kamu dipersatukan dengan damai sejahtera melalui Roh, karena itu lakukanlah segala upaya untuk tetap bersama seperti ini” (Efesus 4:3)
Dibutuhkan baik kuasa Allah maupun usaha kita untuk menghasilkan komunitas Kristiani yang penuh kasih.
Alkitab mengatakan, “Pada akhirnya orang lebih menghargai keterusterangan daripada sanjungan” (Amsal 28:23)Mengembangkan komunitas yang sejati, membutuhkan kejujuran.
Persekutuan yang sejati, entah dalam sebuah pernikahan, persahabatan atau dalam komunitas dan Gereja anda, bergantung pada keterusterangan.
Sesungguhnya, saluran konflik adalah jalan menuju keakraban dalam hubungan apapun.
Ketika konflik ditangani dengan benar, kita makin akrab satu sama lain dengan menghadapi dan menyelesaikan perbedaan-perbedaan kita.Mengembangkan komunitas membutuhkan kerendahan hati.
Keangkuhan membangun tembok di antara orang-orang; kerendahan hati membangun jembatan.
coba temen2 perhatikan, bila kita sebuah mesin. Mesin itu dilumasi oleh pelumasi oli, oli itu berada dalam posisi terendah, ditangki penyimpan oli, kenapa dia ditempatkan disitu? Karena pada saat mesin itu tidak bekerja, smua oli tertampung di bawah ditempat yang paling rendah, dan hanya sedikit oli yang tersisa melekat pada bagian2 dalam mesin. Walaupun dia ditempatkan diposisi paling rendah/bawah, oli merupakan hal terpenting, mesin yang tanpa oli tidak bisa bekerja. Biar lah kita seperti oli. Biarlah kita berendah hati seperti oli yang walaupun tempatnya rendah tetapi merupakan hal terpenting dalam berjalannya sebuah mesin, berjalannya sebuah komunitas dan hubungan antar sesama.Kerendahan hati adalah oli yang melancarkan dan melembutkan hubungan.
Itulah sebabnya Alkitab berkata, “Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain”(1Petrus 5:5b)
Sikap yang tepat dalam persekutuan ialah sikap rendah hati.Mengembangkan komunitas membutuhkan sikap hormat.
Sikap hormat adalah menghargai perbedaan-perbedaan kita, saling memperhatikan perasaaan sesama, dan bersabar terhadap orang-orang yang menjengkelkan kita.Paulus memberitahu Titus, “Umat Allah hendaklah bersikap lemah lembut dan sopan santun.”(Titus 3:2)
Keadaan yang sebenarnya adalah, kita semua memiliki sifat-sifat yang khusus dan menjengkelkan. Tetapi komunitas tidak ada hubungannya dengan kecocokan. Pastinya kita, satu dengan yang lain pasti ada ketidakcocokan. Komunitas itu bagaikan pelangi, kalo cuman 1 warna aja kan ga bagus, jadi ada bermacam2 warna. Dan warna2 pelangi itu kalo dicampurkan semua menjadi 1, akan muncul warna putih…putih biasa dilambangkan sebagai apa….suci…kesucian…siapa diantara kita yang suci? Pastinya hanya Allah kita, Yesus Kristus dan Roh Kudus.Dasar bagi persekutuan kita adalah hubungan kita dengan Allah: karena Kita adalah Keluarga. Keluarga kerajaan Allah.
Mengembangkan komunitas membutuhkan sikap bisa memegang rahasia.
Hanya dalam lingkungan yang aman di mana ada penerimaan yang hangat dan sikap memegang rahasia yang dapat dipercaya, orang-orang akan berterus terang serta menyampaikan berbagai luka hati, kebutuhan, dan kesalahan terdalam mereka.
Hendaknya kita mempunyai temen curhat yang seiman, se-ia dan sekata. Maksudnya, teman2 persekutuan yang kita mau berserahdiri adalah teman2 yang mempunyai visi&misi yang sama. Seperti dalam kelompok sel kita, komunitas basis, kita saling percaya satu sama lain, dan tidak menyalahgunakan kepercayaan yang sudah diberikan kepada kita.Alkitab memberi tahu kita, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan – pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati” (Ibrani 10:25)
Mengembangkan komunitas membutuhkan frekuensi atau kekerapan atau rutinitas.
Anda harus memiliki kontak yang berkala dan tetap dengan kelompok anda untuk membangun persekutuan yang murni.
Seperti pepatah jawa, witing trisno jalaran soko kulino.Jadi kalo kita bersama2 terus, lama kelamaan akan terjalin sesuatu yang indah dalam komunitas/persekutuan kita.
Persekutuan sejati berarti kita membuang sikap mementingkan diri sendiri dan sikap bebas kita untuk menjadi saling bergantung.
Tetapi keuntungan dari berbagi kehidupan bersama jauh lebih banyak daripada apa yang harus kita korbankan dan hal itu mempersiapkan kita untuk kehidupan di surga.Amen?
2Kor 5:18-20
Dan semuanya ini dr Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita perdamaian itu kepada kami.
Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu : berilah dirimu didamaikan dengan Allah.sedih kalo melihat damai yang ada hanyalah semu
senyum yang ada hanyalah palsu
kita tiap minggu ke gereja ikut Misa Suci…berdoa salam damai lho…
cmon guys…..
kalian mau pelayanan, atau tidak itu hak masing2.
kalo yang kalian lakukan smua ini spy hanya untuk pny tanggungjwb, ya itu hak kalian juga.tapi lakukanlah dgn penuh kasih, sukacita.
….. layanilah dirimu dulu, baru kalian bisa melayani sesama
……kasihilah dirimu dulu, baru kalian bisa mengkasihi sesamamu…..
janganlah kita macam org munafik dan orang farisi….
berdoa,playanan spy diliat orang, tapi tidak ada damai, kasih n sukacita diantara kita.
prihatin aku….
sedih aku….
tapi aku tetep smangat
aku percaya dalam nama Yesus kita bisa…….
sorry kalo panjang, dan terasa mengulang2….
thx buat waktu utk dgr curhatan ku……
kalo ada salah tolong dimaafkan dan dibenerkan
peace
luv u guys….
GBUall~DT
Bagaimana menurut Anda? Silahkan berkomentar dibawah..
komentar »
Bagaimana menurut Anda?
Untuk menampilkan foto pada komentar Anda, daftarkan email Anda di gravatar!


Belum ada komentar