<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Heman Salvation Ministry &#187; Artikel</title>
	<atom:link href="http://www.hsm.or.id/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hsm.or.id</link>
	<description>Komunitas Pujian Penyembahan Muda-mudi Katolik Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jul 2010 11:00:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Mengapa Yesus Dicobai Oleh Iblis di Padang Gurun?</title>
		<link>http://www.hsm.or.id/mengapa-yesus-dicobai-oleh-iblis-di-padang-gurun/</link>
		<comments>http://www.hsm.or.id/mengapa-yesus-dicobai-oleh-iblis-di-padang-gurun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 02:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hsm.or.id/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan:
Sungguh menjadi suatu tantangan tersendiri untuk mengajak keponakan-keponakan yang masih kecil untuk ke tempat perbelanjaan. Bagi anak-anak kecil toko serba ada merupakan tempat yang menyenangkan dan sekaligus menggoda, karena terlalu banyak mainan yang ditawarkan. Terlebih lagi, toko serba ada tersebut tahu cara menata mainan, sehingga dapat menggoda anak-anak, sehingga mengakibatkan mereka merengek untuk dibelikan mainan.
Pernahkan [...]

<br> <hr /> 
Artikel yang berhubungan:<ol><li><a href='http://www.hsm.or.id/pemberitahuan-pertama-tentang-penderitaan-yesus-dan-syarat-syarat-mengikut-dia-mat-16-21-28/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pemberitahuan Pertama Tentang Penderitaan Yesus dan Syarat &#8211; Syarat Mengikut Dia [ Mat 16 : 21 - 28 ]'>Pemberitahuan Pertama Tentang Penderitaan Yesus dan Syarat &#8211; Syarat Mengikut Dia [ Mat 16 : 21 - 28 ]</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/oleh-darah-anak-domba/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Oleh Darah Anak Domba'>Oleh Darah Anak Domba</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/yesus-menyembuhkan-seorang-anak-muda-yang-sakit-ayan-mat-1714-21/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yesus Menyembuhkan Seorang Anak Muda yang Sakit Ayan [ Mat 17:14-21 ]'>Yesus Menyembuhkan Seorang Anak Muda yang Sakit Ayan [ Mat 17:14-21 ]</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pendahuluan:</p>
<p>Sungguh menjadi suatu tantangan tersendiri untuk mengajak keponakan-keponakan yang masih kecil untuk ke tempat perbelanjaan. Bagi anak-anak kecil toko serba ada merupakan tempat yang menyenangkan dan sekaligus menggoda, karena terlalu banyak mainan yang ditawarkan. Terlebih lagi, toko serba ada tersebut tahu cara menata mainan, sehingga dapat menggoda anak-anak, sehingga mengakibatkan mereka merengek untuk dibelikan mainan.</p>
<p>Pernahkan terfikir oleh kita, bahwa Iblis juga sama seperti pemilik toko serba ada yang tahu cara memberikan iming-iming kepada manusia, sehingga manusia dapat tergoda? Sang penggoda tahu kelemahan-kelemahan manusia, sehingga kalau tidak berhati-hati manusia dapat tergoda dengan mudah. Rasul Yohanes menyadari hal ini sehingga dia mengingatkan godaan dari Iblis yang terdiri dari: keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup (1 Yoh 2:16). Dan lebih lanjut, Yesus telah membiarkan Diri-Nya dicobai oleh Iblis, sehingga Yesus dapat menyingkapkan perangkap Iblis dan menunjukkan kepada manusia bagaimana untuk bertahan dari godaan Iblis.</p>
<p><strong>Yesus menyingkapkan strategi iblis dalam mencobai manusia dan memberikan solusi untuk menghadapinya</strong></p>
<p>Kisah tentang Yesus dicobai oleh Iblis di padang gurun diceritakan di Mt 4:1-11; Lk 4:1-13 dan Mk 1:12-13. Mari sekarang kita melihat dan membahas apa yang dituliskan oleh Lk 4:1-13.</p>
<p>    1  Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.<br />
    2  Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.<br />
    3  Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.”<br />
    4  Jawab Yesus kepadanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.”<br />
    5  Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.<br />
    6  Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.<br />
    7  Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.”<br />
    8  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”<br />
    9  Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,<br />
    10  sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,<br />
    11  dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”<br />
    12  Yesus menjawabnya, kata-Nya: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”<br />
    13  Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.</p>
<p>Pernahkan terfikir oleh kita, mengapa Yesus memberikan Diri-Nya dicobai oleh Iblis? Bukankah Yesus adalah Allah? Mengapa Allah membiarkan Diri-Nya dicobai oleh Iblis? Bukankah sebagai Allah, Yesus tahu bahwa Dia pasti menang melawan godaan Iblis? Namun, semua hal ini dilakukan oleh Yesus bukan untuk Diri-Nya sendiri, namun dilakukannya untuk kepentingan manusia, makhluk yang dikasihi-Nya. Yesus membiarkan Diri-Nya dicobai untuk menunjukkan strategi Iblis dalam menggoda manusia dan pada saat yang bersamaan, Yesus menunjukkan jalan bagaimana untuk menghadapi godaan tersebut. Semua yang Yesus lakukan merupakan suatu pelajaran bagi kita manusia, sehingga kita dapat mengikuti apa yang dilakukan-Nya, sehingga kita dapat mencapai keselamatan kekal.</p>
<p><strong>Yesus adalah hukum yang baru</strong></p>
<p>Puasa selama 40 hari yang dilakukan oleh Yesus, mengingatkan kita akan apa yang dilakukan oleh Musa, seperti yang dikatakan di kitab Keluaran: “Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman” (Kel 24:28). Dengan demikian, Yesus ingin menunjukkan bahwa Dia adalah hukum yang baru. Hukum yang sebelumnya dituliskan dalam dua loh batu sekarang menjadi daging; yang dulu merupakan hukum Taurat (law), sekarang menjadi rahmat (grace). Sama seperti Musa membawa dua loh batu kepada bangsa Israel dan menyatakan hukum Allah, maka Yesus membawa Diri-Nya sendiri dan menyatakan hukum yang baru dalam kotbah di  bukit (lih. Mt 5), yang ditutup dengan suatu tuntutan yang terlihat tidak mungkin, yaitu “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Mt 5:48). Dan tuntutan akan kesempurnaan hanya mungkin terjadi dengan rahmat Allah, yang tercurah dari pengorbanan Yesus sendiri di kayu salib.</p>
<p><strong>Baptisan adalah suatu genderang perang terhadap Iblis</strong></p>
<p>Kita juga melihat bahwa pencobaan Yesus ini terjadi setelah Yesus dibaptis. Kita tahu bahwa baptisan bukan hanya sekedar simbol, namun merupakan suatu tindakan untuk mati terhadap dosa dan hidup di dalam Kristus (lih. Rm 6:1-6). Dengan Sakramen Baptis, maka kita menjadi anak-anak terang dan bukan lagi menjadi anak-anak gelap; meninggalkan manusia lama dan menjadi manusia baru, yang berarti mengikuti jalan Tuhan dan meninggalkan jalan Iblis. Oleh karena itu, secara tidak langsung, orang-orang yang telah dibaptis telah membunyikan genderang perang terhadap Iblis. Jadi, pencobaan Yesus setelah baptisan, mengajarkan kepada kita semua yang telah dibaptis untuk senantiasa bertumbuh di dalam kehidupan spiritualitas kita, karena kita pasti akan mengalami percobaan-percobaan hidup. Kita tidak dapat lulus dalam ujian tanpa bergantung pada rahmat Allah. Dengan demikian, kita harus mengikuti Kristus dalam menghadapi percobaan. Mari kita menganalisa satu-persatu percobaan yang dialami oleh Yesus.</p>
<p><strong>Pencobaan 1 – Merubah batu menjadi roti vs Firman Allah</strong></p>
<p>Kita tahu bahwa dosa asal membawa “concupiscence” atau kecenderungan berbuat dosa. Dan ini diterangkan oleh rasul Yohanes “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” (1 Yoh 2:16) Agar manusia dapat menghadapi tiga hal ini, maka Yesus menunjukkan bagaimana untuk bertahan dari keinginan daging, mata dan keangkuhan hidup. Dan hal ini terungkap dalam tiga macam percobaan yang dialami oleh Yesus.</p>
<p>Kalau kita menghubungkan dengan 1 Yoh 2:16, maka percobaan pertama ini berhubungan dengan keinginan daging. Yesus mengingatkan kita bahwa manusia yang terdiri dari tubuh dan jiwa, mempunyai kebutuhan jasmani dan rohani. Dan kita harus mengingat bahwa kebutuhan jiwa mempunyai tempat yang lebih tinggi dari kebutuhan jasmani, karena jiwa bersifat selamanya sedangkan badan bersifat sementara. Dengan demikian, Iblis senantiasa mengingatkan kita akan kebutuhan jasmani, dan Yesus mengingatkan bahwa kita harus memperhatikan keadaan jiwa kita dengan bergantung pada Firman yang keluar dari mulut Allah. Dan jika Firman itu telah menjadi daging, maka untuk bertahan dari percobaan kedagingan kita harus bergantung pada Sang Firman, yaitu Yesus sendiri, yang adalah Firman (lih. Yoh 1:1).</p>
<p><strong>Pencobaan 2 – Kerajaan dunia dengan sujud menyembah Iblis vs menyembah Allah</strong></p>
<p>Disinilah Iblis memberikan percobaan keinginan mata atau kekuasaan, uang, kerajaan duniawi, yang pada akhirnya menjadi satu paket dengan sujud menyembah si iblis. Kita mengingat apa yang dikatakan oleh Yesus sendiri “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Mt 6:24) Dan pada percobaan ini, Yesus menegaskan “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Mt 4:10) Dan inilah yang menjadi perintah pertama dari 10 perintah Allah, dimana Gereja Katolik mengambil dari Kel. 20:2-5, yang diformulasikan oleh St. Agustinus “Akulah Tuhan, Allahmu: Jangan ada allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit dan di bumi, dan jangan sujud menyembah kepadanya” Dengan demikian, di bagian terakhir ini, Yesus memberikan perintah untuk mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa, hati dan segenap akal budi (lih. Mt 22:37).</p>
<p><strong>Pencobaan 3 – Jatuhkanlah diriMu ke bawah vs Jangan mencobai Allah</strong></p>
<p>Pencobaan terakhir yang diberikan oleh Iblis kepada Yesus adalah pencobaan yang paling berbahaya, yang telah menjatuhkan Adam dan Hawa. Inilah pencobaan yang digambarkan oleh rasul Yohanes sebagai “keangkuhan hidup“. Keangkuhan atau kesombongan adalah ibu dari segala dosa. Untuk menangkal pencobaan ini, maka Yesus menjawab dengan “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”” (Mt 4:7). Kesombongan menggoda kita dengan mengatakan bahwa kita dapat melakukan semuanya sendiri, termasuk hidup tanpa Allah. Kesombongan membuat kita salah dalam menilai diri kita sendiri. Kesombongan membuat kita yang sebenarnya tidak dapat hidup tanpa Tuhan, berfikir bahwa kita dapat melakukan semuanya sendiri dan tidak perlu melibatkan Tuhan. Di dalam konteks inilah, kita diingatkan oleh Yesus untuk tidak mencobai Tuhan Allah-Mu, yaitu untuk tidak menganggap diri kita sama seperti Tuhan, yang dapat menentukan segala sesuatu sendiri. Kesombongan menghalangi rahmat Tuhan untuk dapat mengalir secara bebas kepada manusia, sehingga manusia yang pada dasarnya lemah akan semakin tidak berdaya tanpa rahmat Allah. Kesombongan ini hanya dapat ditangani dengan kerendahan hati, kebajikan yang menjadi dasar dari semua kebajikan. Kerendahan hati adalah mengakui bahwa kita bukanlah apa-apa dan Tuhan adalah segalanya. Lebih lanjut tentang kerendahan hati, silakan klik di sini. Bagi umat Katolik, salah satu manifestasi dari kerendahan hati adalah pada saat kita menerima Sakramen Tobat, dimana kita mengakui dosa-dosa kita secara terbuka, dengan penyesalan, dan dengan pertolongan rahmat Tuhan berjanji untuk tidak berbuat dosa lagi.</p>
<p>Penutup</p>
<p>Dari pemaparan di atas, kita melihat bahwa Yesus memang datang untuk membawa manusia kepada keselamatan, karena Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup (lih. Yoh 14:6). Agar manusia dapat terus berada di jalan Allah, maka Yesus memberikan rahmat yang bersumber pada misteri Paskah. Namun, karena tahu kelemahan manusia dan pencobaan yang akan diberikan oleh Iblis, maka Yesus sendiri memberikan Diri-Nya untuk dicobai, sehingga manusia tahu cara untuk menghadapi cobaan dari Iblis. Tiga kelemahan manusia, seperti yang dituturkan oleh rasul Yohanes, yaitu keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup harus dihadapi dengan Firman Allah, fokus akan tujuan akhir – yaitu Kerajaan Allah, serta dengan kebajikan kerendahan hati. Kita juga perlu merenungkan bahwa inilah yang dilakukan oleh kaum religius, dimana keinginan daging dilawan dengan kaul kemurnian, keinginan mata dilawan dengan kaul kemiskinan, dan keangkuhan hidup dilawan dengan kaul ketaatan. Mari, dalam kapasitas dan kondisi kita masing-masing, kita bersama-sama berjuang untuk bertahan melawan godaan Iblis, dan bertumbuh dalam kekudusan, sehingga kita terus mengejar kesempurnaan, sama seperti Bapa adalah sempurna (lih. Mt 5:48).</p>
<p>Artikel kiriman pembaca: Budi Darmawan Kusumo</p>


<br> <hr /> <p>Artikel yang berhubungan:<ol><li><a href='http://www.hsm.or.id/pemberitahuan-pertama-tentang-penderitaan-yesus-dan-syarat-syarat-mengikut-dia-mat-16-21-28/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pemberitahuan Pertama Tentang Penderitaan Yesus dan Syarat &#8211; Syarat Mengikut Dia [ Mat 16 : 21 - 28 ]'>Pemberitahuan Pertama Tentang Penderitaan Yesus dan Syarat &#8211; Syarat Mengikut Dia [ Mat 16 : 21 - 28 ]</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/oleh-darah-anak-domba/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Oleh Darah Anak Domba'>Oleh Darah Anak Domba</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/yesus-menyembuhkan-seorang-anak-muda-yang-sakit-ayan-mat-1714-21/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yesus Menyembuhkan Seorang Anak Muda yang Sakit Ayan [ Mat 17:14-21 ]'>Yesus Menyembuhkan Seorang Anak Muda yang Sakit Ayan [ Mat 17:14-21 ]</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hsm.or.id/mengapa-yesus-dicobai-oleh-iblis-di-padang-gurun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bangkitlah dan Jadilah Terang!</title>
		<link>http://www.hsm.or.id/bangkitlah-dan-jadilah-terang/</link>
		<comments>http://www.hsm.or.id/bangkitlah-dan-jadilah-terang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 17:09:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hsm.or.id/bangkitlah-dan-jadilah-terang/</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini sebenarnya aku mau menulis raport anak coachku karena aku pikir daripada nganggur jadi mau dicicil gitu. Tapi sore tadi tiba2 aku dapat inspirasi dan ide buat menulis. Jadi ya batal ngisi raport dech..gak apa kan belum terlalu urgent :p
Awal ide ini berasal dari waktu tadi sore aku tidur sepulang kerja. Suasana juga sangat [...]

<br> <hr /> 
Artikel yang berhubungan:<ol><li><a href='http://www.hsm.or.id/memilih-pasangan-hidup-sepadan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?'>Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Malam ini sebenarnya aku mau menulis raport anak coachku karena aku pikir daripada nganggur jadi mau dicicil gitu. Tapi sore tadi tiba2 aku dapat inspirasi dan ide buat menulis. Jadi ya batal ngisi raport dech..gak apa kan belum terlalu urgent :p</p>
<p align="justify">Awal ide ini berasal dari waktu tadi sore aku tidur sepulang kerja. Suasana juga sangat mendukung karena hujan lebat jadi tidur begitu nyenyak hehe satu jam kemudian aku terbangun karena mulai merasa panas. Bukan karena hujan teah berhenti tapi karena mati lampu alias ada pemadaman listrik. Mungkin daripada terjadi korslet ya. Whatever the reason yang jelas tidurku terganggu. Kamarku jadi agak panas karena kipas angin mendadak tak berputar dan kakiku digigit nyamuk. Itu semua efek dari tidak ada listrik alias mati lampu jadi gelap gulita. </p>
<p align="justify">Aku masih menikmati berbaring di ranjang sampai beberapa menit kemudian terdengar paduan suara ”yeyy&#8230;hore” dan ternyata lampu kamarku uda nyala juga kipasku uda berputar lagi. Semua bersukacita saat semua lampu menyala kembali terang. Oh..indahnya terang itu! Lantas aku berpikir betapa manusia membutuhkan terang di manapun ia berada. Jadi inget film Avatar pas adegan Jake Sully berada di Pandora untuk pertama kalinya juga berusaha menyalakan obor untuk penerangan di tengah hutan :p</p>
<p align="justify">Terang dicari orang di mana2. Ada program listrik masuk desa. Ada menara mercusuar di tepi pantai agar pelaut tak tersesat dan dapat kembali ke daratan. Ada yang menyalakan lilin saat lampu padam. Everybody needs light.</p>
<p align="justify">Dalam Injil Yohanes 12:46 Yesus berkata ”Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.” dan Yesus juga mengatakan bahwa kita anak2-Nya adalah terang dunia (Matius 5 : 14).</p>
<p align="justify">Dari sana nampak jelas bahwa Tuhan Yesus menyuruh kita anak2-Nya untuk menjadi terang bagi sesama. (Mat 5:16) ”Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.&quot;</p>
<p align="justify">Tuhan ga mau setelah kita diselamatkan trus kita sibuk dengan urusan kita sendiri. Tuhan mau agar setelah kita dibaptis kita juga punya beban seperti Dia yaitu mencari jiwa2 yang terhilang, membagi kabar keselamatan yang telah kita terima pada orang2 yang kita jumpai, dan menjadi terang buat mereka lewat perkataan, perbuatan juga sikap hidup kita.</p>
<p align="justify">Kita diselamatkan agar dapat membantu Tuhan (kita dijadikan rekan kerja-Nya lho&#8230;itu kueren banget) mencari lebih banyak lagi manusia yang mau untuk diselamatkan. Tuhan ga pernah menyesal menciptakan apapun kecuali manusia. Karena manusia jatuh dalam dosa, mendukakan hati-Nya dengan menyembah berhala dan mengeraskan hati untuk bertobat. Hal itu membuat Tuhan menyesal telah menciptakan manusia. Namun, satu hal yang perlu kita syukuri bahwa Ia adalah Allah yang setia walau kita tak setia. Ia tetap Allah yang mengasihi manusia. Perhatikan kontradiksi ini : Ia menyesal menciptakan manusia tapi Ia tetap mengasihi manusia. Wow&#8230;.so amazing guys! Aku pernah punya pengalaman bahwa untuk belajar tetap mengasihi orang yang menjengkelkan itu syusahnya minta ampyun apalagi orang yang telah melukai hatiku. Wuih itu perjuangan berat tenan! Tapi itulah tantangan buat kita yang mau mendaftarkan diri jadi pengikut Kristus alias punya label Kristen. Bukan cuma sekedar status agama di KTP aja.</p>
<p align="justify">Manusia berasal dari debu dan ga ada seorang pun juga menyukai debu. Coba jika badan kita berdebu pasti pengen mandi kan, atau adakah orang yang betah tinggal di tempat yang berdebu? Nobody want ash. </p>
<p align="justify">Dari yang asalnya ”debu” tak diinginkan dimana2, Tuhan telah mengangkat kita menjadi ”terang dunia” yang dicari dimana2. Sungguh suatu anugerah yang luar biasa dan patut kita syukuri!</p>
<p align="justify">Untuk jadi terang dunia itu bukan berarti kita jadi jadi orang terkenal dulu. Banyak hal2 sederhana yang dapat kita perbuat untuk bisa jadi terang dunia koq. Aku mau sharing nih : aku ada teman yang dulunya deket trus karena kesibukan masing2 kami jadi ga kontak blas. Trus sabtu kemarin dia ngajak makan kepiting bareng. Ya uda karena ga ada acara akhirnya aku temani. Ngobrol2 akhirnya dia cerita kalo dia habis keseleo tangan kanannya jadi uda seminggu ini dia ga melakukan aktivitas apa2. Waktu keluar makan bareng aku itu adalah keluarnya untuk pertama kali setelah sakit. Dia bilang kalo dia bisa jadi semangat lagi pas bareng aku. Dulu dia ada trauma menyetir mobil karena pernah kecelakaan trus 3 tahun yang lalu akhirnya dia mau nyetir lagi setelah aku paksa untuk menghadapi traumanya itu hehe (memaksa untuk kebaikan). Trus habis keseleo itu dia merasa ga bisa menyetir lagi so dia cari aku supaya bisa menemukan spirit lagi buat nyetir. Uhmm&#8230;surprise juga pas aku dengar pujian dia itu hehe aku ga pernah merasa bisa untuk ”cheer up” orang lain masalahe :p lewat obrolan yang sederhana, nasehat maupun sms encouragement kecil ternyata itu bisa membuat kita jadi ”terang” buat orang itu. Bukan sesuatu yang muluk untuk dilakukan kan? </p>
<p align="justify">Hari Minggu kemarin di gereja juga diperdengarkan tentang nubuat Nabi Yesaya tentang ajakannya untuk bangkit dari keputusasaan dan kelesuan. (Yesaya 60 : 1) ”Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.”</p>
<p align="justify">Terang dan kemuliaan Tuhan telah dan akan selalu mengalahkan situasi kegelapan yang memadamkan semangat dan harapan. Saat kita yakin dan sadar akan campur tangan Tuhan dalam setiap peristiwa hidup, kita akan selalu berharap dan bersemangat meski kita berada dalam situasi yang penuh air mata. Dan sebagai orang beriman dan rekan kerja Kristus, kita diharapkan bisa membawa terang atau harapan dan semangat bagi orang2 yang berada dalam kegelapan baik lewat kata2 maupun perbuatan konkret. So, akhir kata : mari berjuang untuk menjadi terang bagi sekitar kita demi terwujudnya dunia yang lebih baik!</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify"><strong>Jesus bless us</strong> ^^</p>
<p align="justify">&#160;</p>
<p align="justify">5 Januari 2010   <br />(”,) <a target="_blank" href="http://www.facebook.com/rini.widayati" target="_blank">Rini</a> (,”)</p>


<br> <hr /> <p>Artikel yang berhubungan:<ol><li><a href='http://www.hsm.or.id/memilih-pasangan-hidup-sepadan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?'>Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hsm.or.id/bangkitlah-dan-jadilah-terang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merayakan Ekaristi yang Sejati</title>
		<link>http://www.hsm.or.id/merayakan-ekaristi-yang-sejati/</link>
		<comments>http://www.hsm.or.id/merayakan-ekaristi-yang-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 10:16:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hsm.or.id/merayakan-ekaristi-yang-sejati/</guid>
		<description><![CDATA[To love the Eucharist is to live the Eucharist. Eucharistic Prayer is a mandatum of Truth, a mandatum of Peace, a mandatum of Love. 
&#160;
LAKUKANLAH INI SEBAGAI KENANGAN AKAN DAKU   Renungan oleh Romo J. Adi Wardaya SJ
&#160;
MERAYAKAN EKARISTI

 

Istilah perayaan ekaristi dimaksudkan untuk menggaris-bawahi asal-usul umat yang merayakan ekaristi. Ketika umat berkumpul untuk [...]

<br> <hr /> 
Artikel yang berhubungan:<ol><li><a href='http://www.hsm.or.id/perempuan-kanaan-yang-percaya-mat-15-21-28/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perempuan Kanaan Yang Percaya [ Mat 15 : 21 - 28 ]'>Perempuan Kanaan Yang Percaya [ Mat 15 : 21 - 28 ]</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/yesus-menyembuhkan-seorang-anak-muda-yang-sakit-ayan-mat-1714-21/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yesus Menyembuhkan Seorang Anak Muda yang Sakit Ayan [ Mat 17:14-21 ]'>Yesus Menyembuhkan Seorang Anak Muda yang Sakit Ayan [ Mat 17:14-21 ]</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/memilih-pasangan-hidup-sepadan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?'>Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><em>To love the Eucharist is to live the Eucharist. Eucharistic Prayer is a mandatum of Truth, a mandatum of Peace, a mandatum of Love. </em></p>
<p align="center">&#160;</p>
<p align="center">LAKUKANLAH INI SEBAGAI KENANGAN AKAN DAKU   <br />Renungan oleh <strong>Romo J. Adi Wardaya SJ</strong></p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>MERAYAKAN EKARISTI</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p align="center"><a href="http://www.hsm.or.id/wp-content/uploads/2009/12/hsmekaristi.jpg"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="hsm-ekaristi" border="0" alt="hsm-ekaristi" src="http://www.hsm.or.id/wp-content/uploads/2009/12/hsmekaristi_thumb.jpg" width="620" height="620" /></a> </p>
<p></p>
<p align="justify">Istilah <strong>perayaan ekaristi</strong> dimaksudkan untuk menggaris-bawahi asal-usul umat yang merayakan ekaristi. Ketika umat berkumpul untuk beribadah, mereka menyadari bahwa mereka bersama adalah suatu paguyuban atas nama Jesus. Maka perkumpulan mereka mempunyai tujuan untuk mengenangNya. Dia hadir dalam perjumpaan dan terlibat dalam memecahkan roti dan minum bersama dengan yang hadir, dan secara khusus dengan mereka yang tersingkir dan tersung­kur, yang terjajah dan melarat (Hellwig, 57).</p>
<p align="justify">Oleh karena itu mereka dituntut untuk berbuat yang sama terhadap sesama (Kis.2:41-47). Melalui ekaristi mereka menyatakan identifikasi diri sebagai komunitas yang berbagi dan yang melayani sesama. Mereka menyadari bahwa dengan pelayanan terha­dap sesama (bukan melalui doa bersama, membangun kemesraan paguyuban iman dan sibuk mengurus diri sendiri) Jesus akan dikenali bahwa Dia hidup bersama manusia demi keselamatan dunia. Ekaristi harus merupakan titik tolak untuk mewujudkan sisi lain dari pewartaan Injil, yakni membangun bumi dan langit baru (Grassi, 93).</p>
<p align="justify">Semula istilah Gereja berarti sekumpulan orang, yang sadar bahwa mereka dipersatukan dengan Jesus. Keyakinan ini pelan-pelan bergeser dan Gereja lebih dimengerti sebagai organisasi. Hilang­nya kesadaran &#8216;menjadi Gereja&#8217; memerosotkan pelak­sanaan sakramen, sehingga komuni sebagai &#8216;aksi bersama untuk berbagi&#8217; digeser oleh konsekrasi sebagai saat yang keramat. Seluruh ekaristi tidak lagi menjadi aksi seluruh umat untuk menjawab kebutuhan sesama, melainkan menjadi sesuatu yang dilakukan imam bagi umat.</p>
<p align="justify">Karena sakramen adalah &#8217;sesuatu&#8217; maka dengan rajin mereka berkumpul di gedung gereja untuk berebut &#8217;sesuatu&#8217; itu. Peralihan pengertian itu membawa akibat   <br />bahwa sekarang dalam ekaristi berkum­pul &#8216;penganggur dengan mentalitas pasif&#8217; yang menanti saat ajaib dan &#8216;pengemis dengan mentalitas hanya mau menerima&#8217; yang menunggu pembagian rah­mat. Sebaliknya Gereja Purba yakin bahwa perseku­tuan umat beriman adalah pelaku dan pemeran pe­rayaan. </p>
<p align="justify">Perubahan pandangan di atas sangat jelas dalam pandangan umat mengenai kata-kata konsekrasi. Dalam Doa Syukur Agung terdapat sebuah cerita mengenai perjamuan terakhir. Cerita ini ditempatkan di situ dengan maksud untuk mengungkap­kan alasan mengapa umat bersyukur dengan cara memecahkan roti dan minum bersama. Cerita itu ditujukan kepada orang yang mau terlibat guna melak­sanakan perintah Jesus.</p>
<p align="justify">Namun semenjak hilangnya kesadaran menjadi Gereja dan berubah menjadi organisasi, serta kemerosotan kesadaran menjadi pelaku perayaan dan berubah menjadi penerima dalam perayaan, maka cerita itu juga berubah menjadi: kata-kata konsekrasi yang diucapkan imam dan ditujukan kepada benda, yakni roti dan anggur. Roti dan anggur adalah benda atau obyek yang diterima oleh umat.</p>
<p align="justify">Kalau ditanya : “Apa simbol utama ekaristi?”, maka akan segera dijawab roti dan anggur. Roti dan anggur adalah benda sakramen, sedangkan kata-kata konsekrasi adalah bentuk sakramen, namun keduanya bukan simbol sakramen ekaristi. Simbol yang asli dan benar adalah &quot;perbuatan memecahkan roti dan mengedarkan piala&quot;. (Grassi, 87-88)</p>
<p align="justify">Sekarang ini kita sangat dipengaruhi oleh mentalitas abad pertengahan diatas, sehingga kita mengalami kesukaran untuk merasakan cerita perjamuan terakhir. Sabda Jesus: &quot;Inilah tubuhKu&quot; telah berabad-abad hanya dihubungkan dengan roti. Kalau sekarang kita mencoba mendengarkan kata-kata itu dengan semangat ekaristi sebagai aksi bersama, akan muncul getaran yang berbeda dari yang selama ini kita yakini. </p>
<p align="justify">Istilah tubuhku menunjuk kepada kepatuhan utuh orang yang berbicara, yakni Jesus yang rela sampai mati patuh kepada kehendak Allah untuk menyelamatkan manusia. &#8216;Tubuhku yang diserahkan bagimu&#8217; melambangkan seluruh tindakan: memberkati, memecahkan dan membagi-bagikan roti. Sedangkan kata ”inilah’ menunjuk pada seluruh perbuatan Jesus, bukan roti itu saja.</p>
<p align="justify">Maka Tradisi Gereja Purba tidak mempermasalahkan perubahan roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Jesus, tetapi lebih memperhatikan umat beriman. Bukan apa yang terjadi dengan roti dan anggur melainkan &quot;apa yang terjadi dengan umat beriman yang merayakan perjamuan dengan roti dan anggur?&quot; Mereka yang mengambil bagian dalam perjamuan harus menjadi &quot;roti dan anggur bagi sesama&quot;, seperti Jesus sendiri adalah roti dan anggur yang diserahkan pada umat. Karena iman Gereja Purba bersifat normatif bagi iman kita sekarang, maka tidak tersedia&#160; pilihan lain bagi kita kecuali harus membangun Gereja agar semakin hari semakin menjadi roti bagi umat manusia. Niat ini harus selalu diperbaharui bila umat bersama-sama merayakan ekaristi, dan dengan demikian kesadaran akan makna ekaristi juga akan semakin diperdalam (Boff, 23-30).</p>
<p align="justify">Mengenang Jesus berarti mengakui Dia sebagai &#8216;man for others&#8217;, yakni orang yang secara tegas dan tuntas patuh kepada kehendak Allah untuk membebaskan manusia dari cengkeraman rejim dosa. Penjajahan dosa dewasa ini tampil dalam tatanan dan sistem yang menghisap habis-habisan manusia dan alam semesta. Setiap pengikut Jesus tidak cukup mengamini gagasan itu tetapi juga mengamankan­nya dari rongrongan ambisi tersembunyi dalam diri kita maupun ancaman dari luar. Kemudian dengan semangat bekerja tanpa mengharapkan imbalan dan berjuang tanpa mengeluh kesakitan kita mencoba agar gagasan itu menjadi kenyataan. </p>
<p align="justify">Saat ini kita wajib menggali kembali akar tradisi asli dari Alkitab, sehingga ekaristi lebih menjadi &#8216;tindakan&#8217; seperti dilakukan oleh Gereja Purba. Seluruh tindakan dalam hidup kita persembahkan ke altar. Maka ketika imam berkata : Inilah tubuh Kristus dan kita menjawab amin, artinya kita mengamini kenyataan diri kita itu. Dengan demikian ekaristi berdaya-guna untuk membangun hidup kita sebagaimana dikehendaki Jesus. </p>
<p align="justify">Akhirnya mulai sekarang harus dibangun komu­nitas ekaristi (Paoli, 25-28), yakni komunitas yang dihimpun melalui ekaristi yang asli. Komuni­tas itu senantiasa berusaha menafsirkan ceritera tentang Jesus dalam kenyataan sehari-hari (Gustafson, 56-58). Ibadat yang kehilangan ceriteranya akan cepat berubah menjadi upacara rutin dan mandul. Bila sudah demikian tidak mungkin membuat komitmen yang tulus. </p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Pertanyaan :</strong> </p>
<p>Apakah yang akan kita lakukan untuk membangun komunitas Ekaristi? </p>
<p>Manakah langkah-langkah yang kuambil? </p>
<p>Sharingkan gagasan teman-teman lewat komentar dibawah. <img src='http://www.hsm.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#160;</p>
<p>K E P U S T A K A A N </p>
<p>Balasuriya, Tissa </p>
<p>1977 THE EUCHARIST AND HUMAN LIBERATION. London: SCM Press Ltd </p>
<p>&#160;</p>
<p>Berger, Peter L </p>
<p>1992 KABAR ANGIN DARI LANGIT. Jakarta : LP3ES. </p>
<p>&#160;</p>
<p>Boff, Leonardo </p>
<p>1986 ECCLESIOGENESIS. THE BASE COMMUNITIES RE-INVENT THE CHURCH. Quezon City: Claretian Publications. </p>
<p>&#160;</p>
<p>Galilea, Segundo </p>
<p>1987 THE REIGN OF GOD AND HUMAN LIBERATION. Quezon City: Claretian Publications. </p>
<p>&#160;</p>
<p>Grassi, Joseph A. </p>
<p>1985 BROKEN BREAD AND BROKEN BODIES. New York: Orbis Books </p>
<p>&#160;</p>
<p>Gustafson, James M. </p>
<p>1961 TREASURE IN EARTHEN VESSEL. New York: Harper &amp; Row Publisher </p>
<p>&#160;</p>
<p>Hellwig, Monica K. </p>
<p>1976 THE EUCHARIST AND THE HUNGER OF THE WORLD. New York: Paulist Press. </p>
<p>&#160;</p>
<p>Mesa, Jose M. de </p>
<p>1987 IN SOLIDARITY WITH CULTURE. Quezon City: Maryhill School of Theology no. 4 </p>
<p>&#160;</p>
<p>Nolan, Albert </p>
<p>1985 JESUS BEFORE CHRISTIANITY. Quezon City: Claretian Publications. </p>
<p>&#160;</p>
<p>Paoli, Arturo </p>
<p>1987___GATHER TOGETHER IN MY NAME. Quezon City: Claretian Publications.</p>
<p>&#160;</p>
<p align="center"><em>To share food and share drink is to share each other&#8217;s fate and blessing</em></p>


<br> <hr /> <p>Artikel yang berhubungan:<ol><li><a href='http://www.hsm.or.id/perempuan-kanaan-yang-percaya-mat-15-21-28/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perempuan Kanaan Yang Percaya [ Mat 15 : 21 - 28 ]'>Perempuan Kanaan Yang Percaya [ Mat 15 : 21 - 28 ]</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/yesus-menyembuhkan-seorang-anak-muda-yang-sakit-ayan-mat-1714-21/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yesus Menyembuhkan Seorang Anak Muda yang Sakit Ayan [ Mat 17:14-21 ]'>Yesus Menyembuhkan Seorang Anak Muda yang Sakit Ayan [ Mat 17:14-21 ]</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/memilih-pasangan-hidup-sepadan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?'>Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hsm.or.id/merayakan-ekaristi-yang-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Ultimate Soulmate Question</title>
		<link>http://www.hsm.or.id/ultimate-soulmate/</link>
		<comments>http://www.hsm.or.id/ultimate-soulmate/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 09:07:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hsm.or.id/ultimate-soulmate/</guid>
		<description><![CDATA[Bagian terakhir dari 5 artikel. Artikel sebelumnya adalah tentang My Soulmate… Where Are You?
Suatu hari saya pernah berjalan-jalan di Supermall, dan saya melihat suatu pemandangan yang belum pernah saya temui sebelumnya. Ada sepasang opa-oma, yang masih sehat walaupun sudah lanjut usia, dan mereka hanya berdua. Mereka duduk di Dunkin Donut, di depan mereka ada dua [...]

<br> <hr /> 
Artikel yang berhubungan:<ol><li><a href='http://www.hsm.or.id/soulmate/' rel='bookmark' title='Permanent Link: My Soulmate&hellip;. Where Are You?'>My Soulmate&hellip;. Where Are You?</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/apa-pacaran-itu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Sih Pacaran Itu?'>Apa Sih Pacaran Itu?</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/pasangan-hidup/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pasangan Hidup'>Pasangan Hidup</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><em>Bagian terakhir dari 5 artikel. Artikel sebelumnya adalah tentang <a href="http://www.hsm.or.id/soulmate">My Soulmate… Where Are You?</a></em></p>
<p align="justify">Suatu hari saya pernah berjalan-jalan di Supermall, dan saya melihat suatu pemandangan yang belum pernah saya temui sebelumnya. Ada sepasang opa-oma, yang masih sehat walaupun sudah lanjut usia, dan mereka hanya berdua. Mereka duduk di Dunkin Donut, di depan mereka ada dua piring yang masing-masing berisi sebuah donut yang sudah dimakan sebagian dan secangkir entah kopi atau teh saya tidak tahu. Saya terkesima waktu melihat mereka, saat itu mereka tidak sedang berbicara satu sama lain. Mereka hanya duduk diam bersebelahan, tetapi ekspresi yang terpancar dari wajah mereka adalah ekspresi yang tenang dan damai seakan mereka tidak perlu lagi saling mengungkapkan apa yang mereka pikirkan karena masing-masing sudah mengerti apa yang dipikirkan atau dirasakan pasangannya. Mereka duduk di situ menikmati kebersamaan mereka dalam diam ditengah keramaian dan kesibukan mall, sepertinya ada sebuah dunia sendiri yang menjadi milik mereka yang tidak bisa ditembus oleh hiruk pikuk dunia di luarnya. Walaupun mereka hanya duduk diam, dan segala ketampanan dan kecantikan sudah hampir tak bersisa lagi dari wajah tua mereka tetapi entah kenapa saya masih dapat merasakan suasana romantic yang ada di antara opa-oma ini.</p>
<p align="justify">Saya cuma bisa menghela napas, kagum sekaligus iri hehehe…. jujur nih. Dalam hati saya langsung bilang, ” Tuhan, aku ingin punya relasi seperti opa oma ini dengan suamiku nanti. Sampai kami tua kasih itu masih bertahan dan semakin kuat di dalam Engkau.” Saya tahu, Tuhan mendengar, dan Dia sedang mempersiapkan jawaban doaku ini. </p>
<p align="justify">Kesimpulannya kalau mau ketemu dengan soulmate yang sejati sepertinya kita harus berani beda nih dengan orang kebanyakan. Kalau mereka milihnya dari mata turun kehati doang….,kalau kita walaupun tetap dari mata turun ke hati (ngaku aja lah…. mau gak mau pasti penampilan fisik tetap ada perannya kan apalagi kalau pertama kali ketemu hehehe), tapi gak bisa cuma sampai disitu. Yang terpenting apakah si dia memiliki iman yang sepadan denganku? Jadi walaupun yang terlihat pertama kali telah membuat kita tertarik, tetap saja factor fisik dan jiwa ini tidak bisa jadi prioritas utama.</p>
<p align="justify">Masalah cinta, kalau mau dibahas…. Sampai kapan pun tidak akan pernah ada habisnya…. Karena manusia diciptakan dengan cinta, untuk cinta, dan oleh cinta itu sendiri….. nggak heran kerinduan terbesar dalam hati manusia ya untuk mencintai… dan dicintai…..</p>
<p align="justify">Makanya setelah sekian panjang saya menulis tentang topik ini…. somehow otomatis terlintas dalam benak saya, ada beberapa point penting yang benar-benar harus kita camkan as a single saat kita ada dalam perjalanan mencari soulmate kita….</p>
<p align="justify">Yang pertama, dan terpenting kayaknya….. sekarang berhenti deh mikir dan menimbang apakah si A atau si B atau si C pantas untuk menjadi pacar ku? Dan kemudian menikah denganku….. STOOOPPPP…… berhenti dulu. Justru seharusnya yang kita pertanyakan adalah</p>
<p align="center"><b>Sudahkah aku pantas untuk menjadi soulmate bagi seseorang yang sudah Tuhan sediakan bagiku????</b></p>
<p align="justify">Sudahkah aku memiliki kualitas-kualitas rohani yang membuatku menjadi pasangan yang sungguh berharga bagi suami atau istriku nanti? Ehmmm kalau jawabannya belum…., ya sebaiknya kita berlomba-lomba untuk menumbuhkan kualitas rohani ini dalam diri kita. Honestly, tidak mudah untuk membangun kualitas roh yang seperti ini, tetapi saya sungguh ingin memilikinya (and I believe, you also want it, all of you), jadi, saya pun berjuang untuk mengejar kualitas-kualitas ini. Kualitas-kualitas yang sungguh berharga dan hanya ada satu cara untuk mendapatkannya: melekat pada Yesus, dan terus berjalan mengikuti Dia seberat apa pun tantangan yang harus dihadapi. Tidak jarang saya jatuh lagi, tapi saya percaya Tuhan menghargai setiap orang yang mau bangkit dan mencoba lagi dan lagi dan lagi sampai saat terakhir, jadi, saya bangkit lagi.</p>
<p align="justify">Kedua,<b> jangan pernah menikah karena alasan-alasan selain karena kita mencintai pasangan kita dan telah memutuskan untuk berkomitmen menjadikan dia satu-satunya pasangan kita.</b> Alasan-alasan yang lain hanya akan membuat hidup kita semakin menderita dan akibatnya pernikahan kita bukannya menjadi pernikahan yang memberkati orang lain tapi malah mungkin menjadi batu sandungan.</p>
<p align="justify">Ketiga, Alkitab berkata kurang lebih seperti ini, “dari buahnya kita akan tahu kualitas pohonnya”. Kita juga bisa<b> cek apakah hubungan kita adalah hubungan yang menyenangkan Allah atau tidak dari buahnya. </b>Apakah saat aku berpacaran dengannya, kami menjadi semakin dekat pada Allah? Iman dan kehidupan rohani kami bertumbuh? Pastikan bahwa jawabannya adalah “YA”. Pastikan bahwa saat berpacaran dengan seseorang, ada suatu proses yang terjadi. Dan proses ini membuatku dan dia semakin indah di hadapan Allah.</p>
<p align="justify">Keempat, adalah hal yang sangat patut kita syukuri karena kita berada dalam Gereja Katolik yang memiliki kekayaan iman luar biasa. Dalam iman Katolik kita memiliki keluarga rohani, sungguh-sungguh keluarga besar loh. Coba pikir,selain kita punya Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus, kita punya seorang Bunda yang luar biasa mengasihi kita dan kita punya saudara-saudara seiman yang ada bersama kita sekarang di dunia. Saking cintanya Allah pada kita Dia masih memberikan pada masing-masing kita satu body guard hehehe…., malaikat pelindung maksudnya , kita punya para Santo-santa di Surga, dan juga ada malaikat-malaikat Agung.</p>
<p align="justify">Trus??? Apa hubungannya? Hubungannya, seluruh keluarga kita ini sama seperti Bapa, mengharapkan yang terbaik untuk kita. Jadi kita punya banyak pendukung nih….hehehe…., nah dari sekian banyak supporter yang kita miliki, selain Allah Tritunggal, <b>ada dua pribadi yang dalam Tradisi Gereja Katolik dapat kita mintai pertolongan dalam hal mencari pasangan hidup: Bunda Maria dan salah satu dari tiga Malaikat Agung, St. Rafael. </b>Kita dapat melihat peran Bunda yang begitu besar dalam keutuhan keluarga dalam Pesta Pernikahan di Kana. Begitu perhatiannya Bunda pada keadaan suatu keluarga, dan saya percaya tentu Bunda akan sangat memperhatikan pasangan seperti apa yang akan mendampingi anak-anak yang dia kasihi.sedang peran St. Rafael dapat kita lihat dalam kitab Tobit, dimana St. Rafael yang membimbing Tobia, putra Tobit untuk bertemu dengan pasangan hidupnya. St. Rafael pula yang menyertai Tobia sepanjang perjalanannya untuk bertemu dengan pasangan hidupnya ini. Baca deh kitab Tobit, buatku ceritanya keren abiss, walaupun dalam Alkitab, tapi dongeng masa kecil kita benernya kalah seru. Terutama karena dongeng –dongeng indah yang sering kita dengar, hanyalah cerita…., sedang kisah dalam Alkitab ini bukan hanya cerita….. tetapi nyata. So, mari kita libatkan keluarga rohani kita ini saat kita mencari soulmate kita……</p>
<p align="justify">Kelima, saat berjuang untuk menumbuhkan kualitas-kualitas iman, pikirkan tidak hanya untuk mendapatkan soulmate, dan hidup pernikahan yang menjadi berkat, tapi <b>pikirkan juga bahwa semua kualitas iman ini penting untuk kita kejar supaya kita benar-benar pantas menjadi mempelaiNya, saat Ia datang untuk menjemput kita.</b> Karena kita ini hanyalah pendatang-pendatang yang hanya singgah di dunia ini…. rumah kita sesungguhnya adalah dalam kerajaanNya. While we are in our journey, the best thing we can do is, preparing ourself with the best heavenly outfit.</p>
<p align="center"><b><big>Soulmate, is about a process to grow together in GOD</big></b></p>
<p align="justify"><b><big></big></b>Tentu saja bukan suatu hal yang gampang untuk dicapai semua yang sudah saya tulis&#8230;. berat malah&#8230;. tapi saya mau mengajak teman-teman untuk berpikir dari sudut pandang Allah, bahwa Dia menciptakan kita sempurna dan kita berharga di mataNya. Dengan kasih karuniaNya, usaha kita akan membuahkan hasil yang manis&#8230;..Dia yang akan memampukan kita.</p>
<p align="justify"><i>To all of my single friends, let’s take a good care of our spirit, so we can please Him, our dear Lord and our Heavenly Groom……. </i>    <br />God Bless You all.</p>
<p align="right"><a target="_blank" href="http://www.facebook.com/yashintakasih" target="_blank">Yashinta Kasih</a></p>


<br> <hr /> <p>Artikel yang berhubungan:<ol><li><a href='http://www.hsm.or.id/soulmate/' rel='bookmark' title='Permanent Link: My Soulmate&hellip;. Where Are You?'>My Soulmate&hellip;. Where Are You?</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/apa-pacaran-itu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Sih Pacaran Itu?'>Apa Sih Pacaran Itu?</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/pasangan-hidup/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pasangan Hidup'>Pasangan Hidup</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hsm.or.id/ultimate-soulmate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My Soulmate&#8230;. Where Are You?</title>
		<link>http://www.hsm.or.id/soulmate/</link>
		<comments>http://www.hsm.or.id/soulmate/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 09:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hsm.or.id/soulmate/</guid>
		<description><![CDATA[Bagian keempat dari 5 artikel. Artikel sebelumnya adalah tentang Apa Sih Pacaran Itu?
Lah kalau pacarannya mau yang model begini kan repot? ribet bangettttt……, polll trus mau cari dimana pasangan hidup seperti ini? ada nggak orang yang mau diajak pacaran model begini????? Mana harus fokus untuk memberi dan memberi, harus sepadan, and deket sama Tuhan lagi, [...]

<br> <hr /> 
Artikel yang berhubungan:<ol><li><a href='http://www.hsm.or.id/ultimate-soulmate/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Ultimate Soulmate Question'>The Ultimate Soulmate Question</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/apa-pacaran-itu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Sih Pacaran Itu?'>Apa Sih Pacaran Itu?</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/memilih-pasangan-hidup-sepadan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?'>Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><em>Bagian keempat dari 5 artikel. Artikel sebelumnya adalah tentang <a href="http://www.hsm.or.id/apa-pacaran-itu">Apa Sih Pacaran Itu?</a></em></p>
<p align="justify">Lah kalau pacarannya mau yang model begini kan repot? ribet bangettttt……, polll trus mau cari dimana pasangan hidup seperti ini? ada nggak orang yang mau diajak pacaran model begini????? Mana harus fokus untuk memberi dan memberi, harus sepadan, and deket sama Tuhan lagi, kayaknya mustahil deh….. bisa-bisa gak pernah ketemu sampai tua hehehe…</p>
<p align="justify">Saya percaya ada, karena ada teman-teman saya yang melakukan hal ini dan mereka akhirnya menikah……dan menjadi pernikahan yang diberkati, juga membuat orang ingin memiliki pernikahan seperti mereka.</p>
<p align="justify">Kalau mau disimpulkan dalam satu pertanyaan mungkin jadinya begini : lalu bagaimana caranya kita tahu kalau cowok atau cewek ini adalah pasangan hidup yang sepadan denganku?</p>
<p align="justify">Ada kata-kata bijak yang mengatakan <b>“ Don’t judge a book by its cover”</b>- bener banget deh kata bijak ini. Manusia kan terdiri dari tubuh, jiwa (ini meliputi pikiran, perasaan dan kehendak kita) dan roh, nah ternyata sebagian besar orang memilih pasangan berdasarkan kecocokan fisik dan jiwa saja, kita lupa untuk mencocokkan roh kita. Kalau penampilan fisik ok, pembicaraan nyambung, tingkat pendidikan selevel, keluarga juga berasal dari kelas perekonomian atau status sosial yang sama kita langsung menganggap inilah pasangan yang sepadan denganku. Enggak heran kalau ada banyak pernikahan yang gagal atau mungkin bertahan dan terlihat ok ok saja, tetapi ternyata dalamnya sudah kering, hambar tidak ada sukacita lagi. </p>
<p align="justify"><i><b>“Harapan terbesar bagi sepasang kekasih adalah membangun hubungan dia atas pondasi rohani.” </b></i>Saya mengutip ini dari buku favorit saya tentang pasangan hidup : “Finding Your Million Dollar Mate” oleh Randy Pope. Terus apa dong yang dimaksud dengan kesamaan Roh? Atau kualitas Roh yang bagaimana sih yang harus kita cari dalam diri pasangan kita?</p>
<p align="justify">2 Petrus 1:5-8 menyatakan begini: <i>“Justru karena itu, kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, dan kepada penguasaan diri ketekunan dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan Kita.”</i></p>
<p align="justify">Pasangan yang terbaik yang dapat kita harapkan adalah pasangan yang memiliki kualitas-kualitas ini : Iman. Kebajikan. Pengetahuan. Penguasaan diri. Ketekunan. Kesalehan. Kebaikan. Kasih.</p>
<p align="justify">Dan hanya orang-orang yang telah diubahkan karena Kristuslah yang dapat memiliki kualitas seperti ini. Lho kog bisa? Ya karena hanya Roh Kudus yang dapat membentuk roh kita sehingga memiliki kualitas-kualitas ini. Dan hanya setelah menerima Kristuslah maka Roh Kudus dapat berkarya dalam diri kita.</p>
<p align="justify">Jadi, kita sebaiknya mencari pasangan yang menunjukkan bukti kuat bahwa Allah telah melakukan sesuatu baginya. Bahwa Allah telah mengubahkan hidupnya. Bukan sesorang yang telah melakukan berbagai hal bagi Allah. Carilah seseorang yang memilih menjalani kehidupan yang menyenangkan hati Allah, bukan agar mendapatkan kemurahanNya, tetapi karena ia telah mengalami kemurahanNya.</p>
<p align="justify">Bila kita dengan kemurahan Allah berhasil menemukan pasangan yang memiliki kualitas –kualitas rohani yang luar biasa ini, saya yakin kita telah menemukan soulmate kita. Seseorang yang hidup untuk menyenangkan hati Allah, dan seseorang yang tentunya akan menjadi rekan seperjuangan yang tangguh, yang senantiasa berusaha membawa kita untuk tetap berada di jalan yang dikehendaki Allah.</p>
<p align="justify">Pada akhirnya kasih yang timbul dari roh yang telah menjadi milik Allah, pastilah akan menjadi kasih yang tahan uji, yang tidak akan pudar di saat daya tarik fisik, perasaan romantis, dan kesehatan fisik telah memudar……</p>
<p align="right"><a target="_blank" href="http://www.facebook.com/yashintakasih" target="_blank">Yashinta Kasih</a></p>
<p align="left">Artikel selanjutnya: <a href="http://www.hsm.or.id/ultimate-soulmate">The Ultimate Soulmate Question</a></p>


<br> <hr /> <p>Artikel yang berhubungan:<ol><li><a href='http://www.hsm.or.id/ultimate-soulmate/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Ultimate Soulmate Question'>The Ultimate Soulmate Question</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/apa-pacaran-itu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Sih Pacaran Itu?'>Apa Sih Pacaran Itu?</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/memilih-pasangan-hidup-sepadan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?'>Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hsm.or.id/soulmate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Sih Pacaran Itu?</title>
		<link>http://www.hsm.or.id/apa-pacaran-itu/</link>
		<comments>http://www.hsm.or.id/apa-pacaran-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 09:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hsm.or.id/apa-pacaran-itu/</guid>
		<description><![CDATA[Bagian ketiga dari 5 artikel. Artikel sebelumnya adalah tentang Jatuh Cinta
Di jaman sekarang kalau kita mendengar kata ‘pacaran’ kebanyakan yang terbayang mungkin jalan-jalan ke mall berdua, nonton berdua, saling kasih hadiah yang sekeren mungkin waktu si dia ulang tahun atau waktu Valentine day, dan Natal. Kemana-mana selalu bergandengan tangan, saling tersenyum dan memandang dengan mesra…. [...]

<br> <hr /> 
Artikel yang berhubungan:<ol><li><a href='http://www.hsm.or.id/memilih-pasangan-hidup-sepadan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?'>Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/soulmate/' rel='bookmark' title='Permanent Link: My Soulmate&hellip;. Where Are You?'>My Soulmate&hellip;. Where Are You?</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/jatuh-cinta/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jatuh Cinta'>Jatuh Cinta</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><em>Bagian ketiga dari 5 artikel. Artikel sebelumnya adalah tentang <a href="http://www.hsm.or.id/jatuh-cinta">Jatuh Cinta</a></em></p>
<p align="justify">Di jaman sekarang kalau kita mendengar kata ‘pacaran’ kebanyakan yang terbayang mungkin jalan-jalan ke mall berdua, nonton berdua, saling kasih hadiah yang sekeren mungkin waktu si dia ulang tahun atau waktu Valentine day, dan Natal. Kemana-mana selalu bergandengan tangan, saling tersenyum dan memandang dengan mesra…. Hehehe asiiik….. dunia serasa milik berdua, yang lain ngontrak.</p>
<p align="justify">Tapi ternyata pacaran atau yang bahasa kerennya courtship harusnya lebih dari itu.    <br />Pacaran adalah masa menjalin persahabatan yang lebih mendalam dengan tujuan untuk menikah. Jadi masa pacaran membantu kita untuk mengenal lebih baik pasangan kita segala baik buruknya sebelum menikah.</p>
<p align="justify">Dengan kata lain sebelum memutuskan untuk pacaran lebih baik kita menyediakan waktu untuk berteman dalam kelompok begitu jadi gak berdua terus. Lebih bagus lagi kalau ada kegiatan bersama yang dilakukan bersama teman-teman karena dengan begitu kelihatan sifat asli masing-masing, jauh dari topeng-topeng. Sama-sama menghadapi masalah, tukar pikiran gitu, dari persahabatan kita akan tahu segala karakter masing-masing kalau dia senang, dan kalau dia lagi bête abis, pokoknya, sampai di kondisi terjeleknya. Apa yang dilakukan saat tertekan, atau panik, atau tersinggung dll. Biasaa… kalau ada maunya otomatis kita akan berusaha menampilkan yang terbaik dari kita kan? Sulit untuk bersikap apa adanya.</p>
<p align="justify">Nah kalau sudah mantap baru pacaran, di sini komunikasinya jadi harus lebih intens lagi dalam artian lebih belajar untuk mengerti satu sama lain, sambil saling menjaga kekudusan masing-masing. </p>
<p align="justify"><i>Sikap saling menjaga kekudusan ini juga menjadi salah satu cara menguji apakah pasangan kita benar-benar mengasihi kita. Seorang yang mengasihi pasti berusaha menjaga agar orang yang dikasihi berada dalam kondisi yang terbaik, tetap kudus sampai di depan Altar Tuhan.</i></p>
<p align="justify">Jadi model pacaran yang sering kita lihat di TV atau film-film sebenarnya cuma untuk memanjakan mata dan perasaan kita dengan imajinasi yang romantis….., tapi sebenarnya ada yang hanya boleh dilakukan setelah pernikahan.</p>
<p align="justify">Hmmmm tambah berat yaaaaa….. </p>
<p align="justify">Pertanyaannya sekarang, “terus pacaran yang baik itu yang bagaimana sih? Bagaimana caranya bisa saling menjaga kekudusan sampai di Altar Kudus? Apakah ini gak terlalu muluk? Mungkinkah hal ini terjadi?”   <br />Jawabnya: Semua ini bisa terjadi. Kog bisa?</p>
<p align="justify">Beberapa waktu lalu saya pernah mendapat masukan dari sepasang pasutri muda yang melayani dalam sebuah seminar untuk muda-mudi….saya sungguh terberkati oleh perkataan mereka. </p>
<p align="justify">Garis besarnya mereka bilang hubungan pernikahan bukanlah hubungan “to take and give” seperti yang dipikirkan oleh banyak orang. Pernikahan yang indah hanya terjadi bila hubungan yang terjadi adalah hubungan<big><strong> </strong></big>“to give”<big><strong> </strong></big>(not to take). Jadi setiap dari kita hanya berpikir: ”bagaimana aku dapat memberi yang terbaik untuk pasanganku???” dan belajarlah untuk memberi sejak saat berpacaran. </p>
<p align="justify">Waktu saya dengar begitu sempat terpikir ya iya…. bagus sih tapi sulitnya bokkk…… hehehe. Tapi kemudian mereka melanjutkan bahwa hal ini sangat mungkin terjadi. Setiap manusia memiliki ‘love tank’, dan untuk memberi berarti kita harus memiliki ‘love tank’ yang penuh. Bagaimana caranya supaya penuh? </p>
<p align="justify">Cuma ada satu cara: membawa seluruh hidup kita pada Yesus, membiarkan Dia masuk ke tempat terdalam dalam hati kita dan menyembuhkan setiap luka yang ada. Bila tidak demikian ‘love tank’ kita menjadi ‘love tank’ yang berlubang karena luka-luka batin yang ada. Means, ‘love tank’ ini tidak akan pernah bisa penuh, karena itu tanpa sadar yang kita lakukan adalah berusaha mengisi ‘love tank’ yang bocor ini, artinya yang kita lakukan adalah “to take” , bukannya “to give”.</p>
<p align="justify">Tapi, kalau kita sudah mengijinkan Tuhan untuk hadir dalam hati kita, pelan mungkin, tapi pasti…. setiap luka yang ada akan pulih…. dan tidak ada kebocoran lagi…. No leak even as small as needle eye… merk waterproofingnya aja “Kasih Yesus” …. Aqua Proof???? Gak laku deeeehhh.</p>
<p align="justify">Artinya, setiap saat Tuhan melimpahkan kasihNya pada kita, kita akan dapat menerimanya 100%. Masalahnya Tuhan kita itu luar biasa pemurah…. Dia gak pernah berhenti memberi pada kita….sehingga suatu hari…. kita akan mendapati ‘love tank’ kita bukannya kosong, justru terlalu penuh sampai meluber-luber….. nah kalau sudah ada dalam kondisi seperti ini….. kita akan bisa menjadi pemberi…… a giver…… wow…. </p>
<p align="justify">Yaaahhhh itulah resikonya jadi anak Tuhan….. sebesar apa pun ember yang kita sediakan untuk menampung kasihNya gak akan pernah cukup… jadi kita cuma punya satu pilihan: membagikannya pada orang lain terutama orang terdekat kita…..</p>
<p align="justify">Bayangkan deh kalau kita dan pasangan kita punya hubungan yang fokusnya adalah, “bagaimana aku bisa memberikan yang terbaik untuk pasanganku???”, focus pada memberi, “to give” keren kan? Pasti hubungan yang terjadi adalah hubungan yang sungguh berlimpah dengan kasih. Dan hubungan seperti inilah yang kemudian akan bisa menjadi berkat bagi orang lain, karena kasih yang sudah kita miliki bersama pun berlimpah, akhirnya ya otomatis kita akan membaginya pada orang lain. </p>
<p align="justify">Hal penting kedua yang mempengaruhi relasi dengan pasangan kita adalah <b>hubungan kita dengan Tuhan.</b>    <br />Saya pernah membaca suatu ilustrasi yang bagus mengenai hubungan kita dengan Tuhan dan pengaruhnya dengan hubungan kita dengan pasangan.     <br />Hubungan dalam pernikahan itu seperti suatu segitiga. </p>
<p align="justify">Bila hubunganku dengan Tuhan dekat, dan hubungan pasanganku dengan Tuhan juga dekat, maka hubunganku dengan pasanganku juga akan menjadi dekat.   <br />Bila hubunganku dengan Tuhan jauh, dan hubungan pasanganku dengan Tuhan juga jauh, maka hubunganku dengan pasanganku juga menjadi jauh.    <br />Bila hubungan salah satu dari kami dengan Tuhan dekat, tapi yang satunya lagi jauh, maka hubungan kami akan menjadi hubungan yang pincang dan jauh. ini hubungan yang tidak sepadan. Jalannya juga akan menjadi berat.</p>
<p align="justify">Jadi mau model hubungan yang bagaimana? Pilih sendiri deh ya……    <br /><a href="http://www.hsm.or.id/soulmate">still to be continued &#8230;..</a></p>
<p align="right"><a target="_blank" href="http://www.facebook.com/yashintakasih" target="_blank">Yashinta Kasih</a></p>


<br> <hr /> <p>Artikel yang berhubungan:<ol><li><a href='http://www.hsm.or.id/memilih-pasangan-hidup-sepadan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?'>Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/soulmate/' rel='bookmark' title='Permanent Link: My Soulmate&hellip;. Where Are You?'>My Soulmate&hellip;. Where Are You?</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/jatuh-cinta/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jatuh Cinta'>Jatuh Cinta</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hsm.or.id/apa-pacaran-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jatuh Cinta</title>
		<link>http://www.hsm.or.id/jatuh-cinta/</link>
		<comments>http://www.hsm.or.id/jatuh-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 09:06:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hsm.or.id/jatuh-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Bagian kedua dari 5 artikel. Artikel sebelumnya adalah tentang Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?
Terus misalnya, dah ada pilihan-pilihan di sekitar kita gimana cara milihnya?
Ada yang bilang kalau jatuh cinta maka itulah yang paling tepat, bahkan yang setiap hari kita lihat di TV or bioskop adalah falling in love at the first sight…hmmmmm&#8230;
Ternyata, [...]

<br> <hr /> 
Artikel yang berhubungan:<ol><li><a href='http://www.hsm.or.id/cinta-sejati/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cinta Sejati'>Cinta Sejati</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/apa-pacaran-itu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Sih Pacaran Itu?'>Apa Sih Pacaran Itu?</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/memilih-pasangan-hidup-sepadan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?'>Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><em>Bagian kedua dari 5 artikel. Artikel sebelumnya adalah tentang <a href="http://www.hsm.or.id/memilih-pasangan-hidup-sepadan">Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?</a></em></p>
<p align="justify">Terus misalnya, dah ada pilihan-pilihan di sekitar kita gimana cara milihnya?</p>
<p align="justify">Ada yang bilang kalau jatuh cinta maka itulah yang paling tepat, bahkan yang setiap hari kita lihat di TV or bioskop adalah falling in love at the first sight…hmmmmm&#8230;</p>
<p align="justify">Ternyata, ada perbedaan besaaaaarrrrrrrrrrr buangeeeet antara mencintai dan jatuh cinta. Saya setuju sih kalau kita baru bisa jalan dengan seseorang kalau ada chemistrynya…. Ya iya lah……harus dong…., kalau berdirinya deket-deket aja sudah risih banget, apalagi kalau digandeng, kalau pengen curhat aja rasanya gak nyaman gimana mau jadi pacar…. Hehehe ini dari pihak cewek lho…., kalau cowok sih saya kurang paham…. Maklum belum pernah ngerasain jadi cowok jadi jatuh cinta sih perlu, penting bahkan, tapi perannya gak gede-gede amat deh…. Lho kog bisa??? Iya karena ternyata yang berperan dalam pernikahan yang bahagia itu ternyata bukan jatuh cintanya… lho lho lho trus apa dong kalau gitu?</p>
<p align="justify">Mencintai , adalah sebuah keputusan. Keputusan untuk menerima orang yang membuat kita jatuh cinta menjadi bagian dari hidup kita, lengkap dengan segala kelemahannya, dengan segala kebiasaannya yang menjengkelkan. Keputusan untuk terus memberi dan berada bersama dengan dia saat dia sehat maupun sakit, saat dia ceria dan menyenangkan maupun saat dia bête dan nyebelin. Keputusan untuk terus bersama saat pasangan kita cakep atau cantik juga saat akhirnya pasangan kita sudah menjadi tua beruban, keriput, badannya sudah melar kesana kesini. Keputusan untuk tetap bersamanya dalam keadaan untung dan malang . Keputusan untuk memfokuskan diri pada kelebihan dan kebaikan pasangan kita, bukannya pada kelemahan dan kekurangannya. Keputusan untuk selalu memaafkan segala kesalahan yang diperbuatnya, berapa pun banyaknya.</p>
<p align="justify">Coba bayangin kalau awalnya usaha suami lancar dan sukses mau beli apa saja tinggal geseeeekkkk, or mau ke mana saja sudah ada Mercedes lengkap dengan drivernya bisa disuruh nganterin kemana aja. Lalu setelah sekian tahun menikah ternyata terjadi masalah dan usaha suami gulung tikar, mau makan saja harus hemat-hemat kalau bisa gak usah beli-beli di warung sekalipun…., harus masak sendiri supaya lebih hemat, Mercedes terpaksa dijual untuk bayar hutang bank, sekarang kendaraan yang ada cuma sepeda motor butut yang masih dicicil. Belum lagi sekarang anak sudah dua harus sekolah. Artinya harus bayar uang seragam dan buku pelajaran dan uang sekolah…… maukah kita masih tetap mencintai suami kita pada saat itu????</p>
<p align="justify">Pertanyaannya adalah mau, bukan mampu, karena sekali lagi mencintai adalah keputusan dan setiap orang pasti mampu asal dia mau. Tuhan yang akan memampukan, karena Tuhan senang dengan pilihan untuk setia terhadap pernikahan yang telah Dia berkati. Hal yang sama juga berlaku untuk para cowok.   <br />Ada sebuah film : Fireproof. Ini film kereeeennnn abis,(thanks untuk temenku yang sudah kasih tau saya film ini) kalau belum pernah lihat film ini…. cari deh DVDnya. Film ini bercerita tentang mencintai , bukan seperti pandangan umumnya yang seringkali membuat kita terbuai dalam alam mimpi….. just like in the fairy tales. Yes the fairy tales is nice…. I like to hear it too…. But hey, they just tales, not the true story. Film ini memberikan wawasan baru bagi kita tentang apa itu cinta dan mencintai….</p>
<p align="justify">Barangkali ada yang ingat dengan nama, “Nita Tilana”?? dia adalah seorang penyanyi muda yang mulai naik daun (saya lupa judul lagu hits nya), dengan karir yang sukses, terkenal, dia juga mempunyai seorang pacar yang menurutku hebat ( at least dari keputusan yang diambil-gak tau lagi kalau ternyata motivasinya salah ya). Mungkin kehidupan seperti ini yang jadi impian kebanyakan orang. </p>
<p align="justify">Nah ditengah-tengah kesuksesannya ternyata Nita terkena kanker yang ganas dan pada akhirnya merenggut nyawanya. Yang membuat saya kagum adalah reaksi dari pacarnya. Bukannya meninggalkan kekasihnya yang setelah menjalani operasi dan chemo terapy dll menjadi lemah, dan kecantikannya hilang entah ke mana, cowok ini malah melamar Nita dan mereka sempat menikah beberapa bulan sebelum Nita meninggal. Dia setia menjagai dan merawat istrinya sampai saat terakhirnya, yang dia pikirkan hanyalah bagaimana caranya membahagiakan istrinya di saat-saat terakhir hidupnya. Ini adalah suatu tindakan yang membutuhkan cinta yang tulus dan keberanian yang besar.</p>
<p align="justify">Saya juga kagum pada Benigno dan Corazon Aquino…. Pasti tahu semua kan? Saat suaminya, Benigno Aquino, Jr. ( bener kan ya?) masih hidup, setelah menjadi seorang presiden di Phillipina, Benigno justru harus masuk dalam penjara karena kudeta. Dari posisi tertinggi ke posisi terrendah. Hebat….., Cory terus melanjutkan perjuangan suaminya, dia tetap setia pada sang suami. Satu hal yang dapat diteladani oleh para cewek. Aquino, merasa begitu terberkati boleh memperoleh seorang istri seperti Cory sampai akhirnya di dalam penjara dia mengarang sebuah puisi yang begitu romantis untuk Cory. Dalam puisinya tersebut Aquino, menyebut istrinya, </p>
<p align="justify"><strong></strong></p>
<p align="justify"><strong>She is God’s lovely maid</strong></p>
<p align="justify">Puisi ini ditulis dari dalam penjara Fort Bonifacio, pada 11 october 1973 untuk memperingati ulang tahun pernikahan mereka yang ke-19. Akhirnya puisi ini dijadikan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Jose Mari Chan. Ada kog lagunya di album “Constant Change” , judulnya, “I Have Fallen in Love (with the same Woman Three Times)”. Hehehe baheula memang tapi cerita yang dibaliknya sungguh dalam.</p>
<p align="justify">Jatuh cinta hanya berlangsung sesaat, dan akan pudar seiring berjalannya waktu.   <br />Mencintai adalah suatu keputusan yang berfokus pada memberi yang terbaik, tidak tergantung oleh waktu. Mencintai adalah suatu komitmen, sampai akhir hidup kita.</p>
<p align="justify">Bila dua orang menikah hanya karena jatuh cinta tanpa keputusan untuk mencintai usia pernikahan mereka akan tergantung pada sampai berapa lama perasaan romantis di antara mereka masih ada. Bila perasaan tersebut telah hilang (dan pasti akan pernah hilang), pernikahan tersebut pun mungkin akan mengalami nasib yang sama.</p>
<p align="right"><a target="_blank" href="http://www.facebook.com/yashintakasih" target="_blank">Yashinta Kasih</a></p>
<p align="right">&#160;</p>
<p align="left">Artikel selanjutnya: <a href="http://www.hsm.or.id/apa-pacaran-itu">Apa Sih Pacaran Itu?</a></p>


<br> <hr /> <p>Artikel yang berhubungan:<ol><li><a href='http://www.hsm.or.id/cinta-sejati/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cinta Sejati'>Cinta Sejati</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/apa-pacaran-itu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Sih Pacaran Itu?'>Apa Sih Pacaran Itu?</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/memilih-pasangan-hidup-sepadan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?'>Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hsm.or.id/jatuh-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?</title>
		<link>http://www.hsm.or.id/memilih-pasangan-hidup-sepadan/</link>
		<comments>http://www.hsm.or.id/memilih-pasangan-hidup-sepadan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 09:04:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hsm.or.id/memilih-pasangan-hidup-sepadan/</guid>
		<description><![CDATA[Bagian pertama dari 5 artikel.
VALENTINE. Kata ini punya penaruh yang begitu kuat dalam kehidupan setiap orang. Valentine’s Day, hari yang ditunggu banyak orang untuk merayakan bersama orang-orang yang mereka kasihi. Buat remaja dan kaum dewasa single, istilah valentine seringkali dipakai untuk kekasih…..
Ada banyak pertanyaan yang muncul dalam benak saya tentang cinta, pacaran dan pasangan hidup [...]

<br> <hr /> 
Artikel yang berhubungan:<ol><li><a href='http://www.hsm.or.id/pasangan-hidup/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pasangan Hidup'>Pasangan Hidup</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/hal-kecil-yang-menjengkelkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hal Kecil Yang Menjengkelkan'>Hal Kecil Yang Menjengkelkan</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/apa-pacaran-itu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Sih Pacaran Itu?'>Apa Sih Pacaran Itu?</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><em>Bagian pertama dari 5 artikel.</em></p>
<p align="justify"><strong>VALENTINE</strong>. Kata ini punya penaruh yang begitu kuat dalam kehidupan setiap orang. Valentine’s Day, hari yang ditunggu banyak orang untuk merayakan bersama orang-orang yang mereka kasihi. Buat remaja dan kaum dewasa single, istilah valentine seringkali dipakai untuk kekasih…..</p>
<p align="justify">Ada banyak pertanyaan yang muncul dalam benak saya tentang cinta, pacaran dan pasangan hidup hal-hal ini juga sering jadi topik hangat kalau lagi pada ngumpul bareng teman-teman single.</p>
<p align="justify">Saya juga seringkali sedih kalau mendengar berita yang tentang kenalan atau teman yang ternyata setelah menikah justru jadi menderita karena ‘salah pilih’ pasangan hidup. </p>
<p align="justify">Tapi ada juga teman-teman yang setelah menikah malah sampai-sampai orang yang melihat kehidupan pernikahan mereka jadi terberkati dan pengen punya kehidupan berkeluarga seperti mereka.</p>
<p align="justify">Lalu apa ya yang membuat perbedaan di antara pernikahan yang ada ini????</p>
<p align="justify">Kalau mau disimpulkan sebenarnya mungkin jadi tinggal 1 pertanyaan yang sangat penting:</p>
<p align="center"><big><b>“Bagaimana caranya memilih pasangan hidup yang sepadan denganku?”</b></big></p>
<p align="justify"><big></big>Supaya nantinya nggak menyesal , tapi sudah gak bisa mundur lagi karena menikah ya hanya sekali untuk seumur hidup. Kata orang, kalau salah masak nasi eh malah jadi bubur sama dengan penyesalan satu hari, kalau salah potong rambut sama dengan penyesalan sebulan, kalau gak naik kelas sama dengan penyesalan setahun, tapi kalau salah pilih pasangan jadilah penyesalan seumur hidup…… hehehehe ;(&#160; ihhhh dengernya aja wes ngeri . Ngeri gak sih??? Ngeri kan? Emang mau?</p>
<p align="justify">Memang cuma satu kalimat pertanyaannya, tapi penjelasannya bisa jadi puanjang banget gak selesai-selesai deh…., tapi saya akan berusaha membuatnya sesingkat dan sejelas mungkin.</p>
<p align="justify">Ini hanyalah share dari buku-buku dan seminar yang pernah saya ikuti juga dari kesimpulan setelah mendengar berbagai macam pengalaman orang lain. Semoga sharing ku ini bisa jadi berkat ya&#8230;.</p>
<p align="justify"><b></b></p>
<p align="justify"><b>My Soulmate</b>     <br />Belahan jiwa…. Apakah aku punya belahan jiwa? Yang seperti apa ya dia? Ada di mana dia sekarang?     <br />Beberapa waktu lalu ada seorang teman yang bertanya pada saya “ menurut kamu, jodoh itu ada nggak sih?” hmmmm terus terang jadi bingung juga jawabnya….. apalagi kalau jawab lewat SMS bisa berotot deh jempol saya kalau jawab pertanyaan ini lewat SMS. Jadi sekalian aja di sini ya jawabnya pren…. <img src='http://www.hsm.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Kalau menurutku, disimpulkan dari buku –buku yang aku baca dan sharing yang pernah kudengar…. Yang namanya jodoh itu bisa saja ada ,dalam artian begini….</p>
<p align="justify">Kita pasti berinteraksi dengan orang lain kan, nah saya percaya diantara sekian banyak cowok yang diijinkan hadir dalam hidupku oleh Tuhan, pasti ada cowok yang sepadan dengan ku dan ini gak cuman satu orang cowok tapi ada beberapa….., demikian juga dalam kehidupan si cowok ini. Tuhan juga tempatkan cewek-cewek yang sepadan dengan dia. Trus…. ???? ya mau jadian dengan siapa, kita sendiri yang tentukan. Mengapa demikian? Karena Tuhan menciptakan kita sebagai manusia yang punya kehendak bebas… bukan robot… Allah menghargai kita sebagai pribadi. So, we choose…..</p>
<p align="justify">Trus siapa yang mulai duluan? Ok gak sih klo cewek yang pdkt? Saya pribadi lebih setuju dengan pandangan bahwa inisiatif harus dari pihak cowok, mengapa?? Karena cowok diciptakan dengan fungsi yang berbeda dengan cewek…, dan salah satu fungsinya adalah memimpin di dalam keluarga. Maka sejak awal terbentuknya suatu hubungan yang nantinya mau dibawa ke dalam pernikahan alangkah baiknya bila inisiatif dimulai dari si cowok.</p>
<p align="justify">Sementara ini dulu supaya gak kepanjangan, <a href="http://www.hsm.or.id/jatuh-cinta">sambungannya</a> menyusul&#8230;..</p>
<p>&#160;</p>
<p align="right"><a target="_blank" href="http://www.facebook.com/yashintakasih" target="_blank">Yashinta Kasih</a></p>


<br> <hr /> <p>Artikel yang berhubungan:<ol><li><a href='http://www.hsm.or.id/pasangan-hidup/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pasangan Hidup'>Pasangan Hidup</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/hal-kecil-yang-menjengkelkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hal Kecil Yang Menjengkelkan'>Hal Kecil Yang Menjengkelkan</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/apa-pacaran-itu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Sih Pacaran Itu?'>Apa Sih Pacaran Itu?</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hsm.or.id/memilih-pasangan-hidup-sepadan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasangan Hidup</title>
		<link>http://www.hsm.or.id/pasangan-hidup/</link>
		<comments>http://www.hsm.or.id/pasangan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 09:02:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hsm.or.id/pasangan-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[Artikel kali ini membahas dan mengajak kita berdiskusi mengenai pasangan hidup. Meskipun banyak orang membuktikan benar tidaknya pilihan pasangan hidup mereka berpuluh-puluh tahun kemudian alias gambling, artikel ini diharapkan dapat mendorong kita untuk memilih dengan benar sejak awal.
Artikel ini akan disajikan dalam 5 seri. Setiap seri membahas suatu hal yang berbeda. Berikut ini seri-serinya:


Bagaimana Caranya [...]

<br> <hr /> 
Artikel yang berhubungan:<ol><li><a href='http://www.hsm.or.id/memilih-pasangan-hidup-sepadan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?'>Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/soulmate/' rel='bookmark' title='Permanent Link: My Soulmate&hellip;. Where Are You?'>My Soulmate&hellip;. Where Are You?</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/apa-pacaran-itu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Sih Pacaran Itu?'>Apa Sih Pacaran Itu?</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-top: 0px; margin-right: auto; border-right: 0px" title="hsm-soulmate" border="0" alt="hsm-soulmate" src="http://www.hsm.or.id/wp-content/uploads/2009/10/hsmsoulmate.jpg" width="398" height="400" />Artikel kali ini membahas dan mengajak kita berdiskusi mengenai <strong>pasangan hidup</strong>. Meskipun banyak orang membuktikan benar tidaknya pilihan pasangan hidup mereka berpuluh-puluh tahun kemudian alias <em>gambling</em>, artikel ini diharapkan dapat mendorong kita untuk memilih dengan benar sejak awal.</p>
<p align="justify">Artikel ini akan disajikan dalam 5 seri. Setiap seri membahas suatu hal yang berbeda. Berikut ini seri-serinya:</p>
<ol>
<li>
<div align="justify"><a href="http://www.hsm.or.id/memilih-pasangan-hidup-sepadan">Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a href="http://www.hsm.or.id/jatuh-cinta">Jatuh Cinta</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a href="http://www.hsm.or.id/apa-pacaran-itu">Apa Sih Pacaran Itu?</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a href="http://www.hsm.or.id/soulmate">My Soulmate… Where Are You?</a></div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a href="http://www.hsm.or.id/ultimate-soulmate">The Ultimate Soulmate Question</a></div>
</li>
</ol>
<p align="justify">Selamat mengikuti <img src='http://www.hsm.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>


<br> <hr /> <p>Artikel yang berhubungan:<ol><li><a href='http://www.hsm.or.id/memilih-pasangan-hidup-sepadan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?'>Bagaimana Caranya Memilih Pasangan Hidup Yang Sepadan Denganku?</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/soulmate/' rel='bookmark' title='Permanent Link: My Soulmate&hellip;. Where Are You?'>My Soulmate&hellip;. Where Are You?</a></li>
<li><a href='http://www.hsm.or.id/apa-pacaran-itu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Sih Pacaran Itu?'>Apa Sih Pacaran Itu?</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hsm.or.id/pasangan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Father&#8217;s Love Letter</title>
		<link>http://www.hsm.or.id/fathers-love-letter/</link>
		<comments>http://www.hsm.or.id/fathers-love-letter/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 07:40:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hsm.or.id/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[My Child,
You may not know me,
but I know  everything about you.
Psalm 139:1
I know when you sit down and when you rise up.
Psalm  139:2
I am familiar with all your ways.
Psalm  139:3
Even the very hairs on your head are numbered.
Matthew 10:29-31
For you were made in my image.
Genesis  1:27
In me you live and move [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>My Child,</strong><br />
You may not know me,<br />
but I know  everything about you.<br />
<strong>Psalm 139:1</strong></p>
<p align="center">I know when you sit down and when you rise up.<br />
<strong>Psalm  139:2</strong></p>
<p align="center">I am familiar with all your ways.<br />
<strong>Psalm  139:3</strong></p>
<p align="center">Even the very hairs on your head are numbered.<br />
<strong>Matthew 10:29-31</strong></p>
<p align="center">For you were made in my image.<br />
<strong>Genesis  1:27</strong></p>
<p align="center">In me you live and move and have your being.<br />
<strong>Acts  17:28</strong></p>
<p align="center">For you are my offspring.<br />
<strong>Acts 17:28</strong></p>
<p align="center">I knew you even before you were conceived.<br />
<strong>Jeremiah  1:4-5</strong></p>
<p align="center">I chose you when I planned creation.<br />
<strong>Ephesians  1:11-12</strong></p>
<p align="center">You were not a mistake,<br />
for all your days are written in my  book.<br />
<strong>Psalm 139:15-16</strong></p>
<p align="center">I determined the exact time of your birth<br />
and where you  would live.<br />
<strong>Acts 17:26</strong></p>
<p align="center">You are fearfully and wonderfully made.<br />
<strong>Psalm  139:14</strong></p>
<p align="center">I knit you together in your mother&#8217;s womb.<br />
<strong>Psalm  139:13</strong></p>
<p align="center">And brought you forth on the day you were born.<br />
<strong>Psalm 71:6</strong></p>
<p align="center">I have been misrepresented<br />
by those who don&#8217;t know me.<br />
<strong>John 8:41-44</strong></p>
<p align="center">I am not distant and angry,<br />
but am the complete expression  of love.<br />
<strong>1 John 4:16</strong></p>
<p align="center">And it is my desire to lavish my love on you.<br />
<strong>1 John  3:1</strong></p>
<p align="center">Simply because you are my child<br />
and I am your Father.<br />
<strong>1 John 3:1</strong></p>
<p align="center">I offer you more than your earthly father ever could.<br />
<strong>Matthew 7:11</strong></p>
<p align="center">For I am the perfect father.<br />
<strong>Matthew 5:48</strong></p>
<p align="center">Every good gift that you receive comes from my hand.<br />
<strong>James 1:17</strong></p>
<p align="center">For I am your provider and I meet all your needs.<br />
<strong>Matthew 6:31-33</strong></p>
<p align="center">My plan for your future has always been filled with hope.<br />
<strong>Jeremiah 29:11</strong></p>
<p align="center">Because I love you with an everlasting love.<br />
<strong>Jeremiah 31:3</strong></p>
<p align="center">My thoughts toward you are countless<br />
as the sand on the  seashore.<br />
<strong>Psalms 139:17-18</strong></p>
<p align="center">And I rejoice over you with singing.<br />
<strong>Zephaniah  3:17</strong></p>
<p align="center">I will never stop doing good to you.<br />
<strong>Jeremiah  32:40</strong></p>
<p align="center">For you are my treasured possession.<br />
<strong>Exodus  19:5</strong></p>
<p align="center">I desire to establish you<br />
with all my heart and all my soul.<br />
<strong>Jeremiah 32:41</strong></p>
<p align="center">And I want to show you great and marvelous things.<br />
<strong>Jeremiah 33:3</strong></p>
<p align="center">If you seek me with all your heart,<br />
you will find me.<br />
<strong>Deuteronomy 4:29</strong></p>
<p align="center">Delight in me and I will give you<br />
the desires of your heart.<br />
<strong>Psalm 37:4</strong></p>
<p align="center">For it is I who gave you those desires.<br />
<strong>Philippians  2:13</strong></p>
<p align="center">I am able to do more for you<br />
than you could possibly  imagine.<br />
<strong>Ephesians 3:20</strong></p>
<p align="center">For I am your greatest encourager.<br />
<strong>2 Thessalonians  2:16-17</strong></p>
<p align="center">I am also the Father who comforts you<br />
in all your troubles.<br />
<strong>2 Corinthians 1:3-4</strong></p>
<p align="center">When you are brokenhearted,<br />
I am close to you.<br />
<strong>Psalm 34:18</strong></p>
<p align="center">As a shepherd carries a lamb,<br />
I have carried you close to my  heart.<br />
<strong>Isaiah 40:11</strong></p>
<p align="center">One day I will wipe away<br />
every tear from your eyes.<br />
<strong>Revelation 21:3-4</strong></p>
<p align="center">And I&#8217;ll take away all the pain<br />
you have suffered on this  earth.<br />
<strong>Revelation 21:3-4</strong></p>
<p align="center">I am your Father, and I love you<br />
even as I love my son,  Jesus.<br />
<strong>John 17:23</strong></p>
<p align="center">For in Jesus, my love for you is revealed.<br />
<strong>John  17:26</strong></p>
<p align="center">He is the exact representation of my being.<br />
<strong>Hebrews  1:3</strong></p>
<p align="center">He came to demonstrate that I am for you,<br />
not against you.<br />
<strong>Romans 8:31</strong></p>
<p align="center">And to tell you that I am not counting your sins.<br />
<strong>2  Corinthians 5:18-19</strong></p>
<p align="center">Jesus died so that you and I could be reconciled.<br />
<strong>2  Corinthians 5:18-19</strong></p>
<p align="center">His death was the ultimate expression<br />
of my love for you.<br />
<strong>1 John 4:10</strong></p>
<p align="center">I gave up everything I loved<br />
that I might gain your love.<br />
<strong>Romans 8:31-32</strong></p>
<p align="center">If you receive the gift of my son Jesus,<br />
you receive me.<br />
<strong>1 John 2:23</strong></p>
<p align="center">And nothing will ever separate you<br />
from my love again.<br />
<strong>Romans 8:38-39</strong></p>
<p align="center">Come home and I&#8217;ll throw the biggest party<br />
heaven has ever  seen.<br />
<strong>Luke 15:7 </strong></p>
<p align="center">I have always been Father,<br />
and will always be Father.<br />
<strong>Ephesians 3:14-15</strong></p>
<p align="center">My question is…<br />
Will you be my child?<br />
<strong>John  1:12-13</strong></p>
<p align="center">I am waiting for you.<br />
<strong>Luke 15:11-32</strong><br />
<strong><br />
Love, Your Dad<br />
</strong><strong>Almighty God</strong></p>
<p align="center"><strong><br />
</strong></p>
<p align="center"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/TffkAILd6EU&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xcfcfcf&amp;hl=en&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/TffkAILd6EU&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xcfcfcf&amp;hl=en&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p align="center">
<p style="text-align: left;"><a target="_blank" href="http://www.fathersloveletter.com" target="_blank">http://www.fathersloveletter.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hsm.or.id/fathers-love-letter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
