Bangkitlah dan Jadilah Terang!
Malam ini sebenarnya aku mau menulis raport anak coachku karena aku pikir daripada nganggur jadi mau dicicil gitu. Tapi sore tadi tiba2 aku dapat inspirasi dan ide buat menulis. Jadi ya batal ngisi raport dech..gak apa kan belum terlalu urgent :p
Awal ide ini berasal dari waktu tadi sore aku tidur sepulang kerja. Suasana juga sangat mendukung karena hujan lebat jadi tidur begitu nyenyak hehe satu jam kemudian aku terbangun karena mulai merasa panas. Bukan karena hujan teah berhenti tapi karena mati lampu alias ada pemadaman listrik. Mungkin daripada terjadi korslet ya. Whatever the reason yang jelas tidurku terganggu. Kamarku jadi agak panas karena kipas angin mendadak tak berputar dan kakiku digigit nyamuk. Itu semua efek dari tidak ada listrik alias mati lampu jadi gelap gulita.
Aku masih menikmati berbaring di ranjang sampai beberapa menit kemudian terdengar paduan suara ”yeyy…hore” dan ternyata lampu kamarku uda nyala juga kipasku uda berputar lagi. Semua bersukacita saat semua lampu menyala kembali terang. Oh..indahnya terang itu! Lantas aku berpikir betapa manusia membutuhkan terang di manapun ia berada. Jadi inget film Avatar pas adegan Jake Sully berada di Pandora untuk pertama kalinya juga berusaha menyalakan obor untuk penerangan di tengah hutan :p
Terang dicari orang di mana2. Ada program listrik masuk desa. Ada menara mercusuar di tepi pantai agar pelaut tak tersesat dan dapat kembali ke daratan. Ada yang menyalakan lilin saat lampu padam. Everybody needs light.
Dalam Injil Yohanes 12:46 Yesus berkata ”Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.” dan Yesus juga mengatakan bahwa kita anak2-Nya adalah terang dunia (Matius 5 : 14).
Dari sana nampak jelas bahwa Tuhan Yesus menyuruh kita anak2-Nya untuk menjadi terang bagi sesama. (Mat 5:16) ”Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
Tuhan ga mau setelah kita diselamatkan trus kita sibuk dengan urusan kita sendiri. Tuhan mau agar setelah kita dibaptis kita juga punya beban seperti Dia yaitu mencari jiwa2 yang terhilang, membagi kabar keselamatan yang telah kita terima pada orang2 yang kita jumpai, dan menjadi terang buat mereka lewat perkataan, perbuatan juga sikap hidup kita.
Kita diselamatkan agar dapat membantu Tuhan (kita dijadikan rekan kerja-Nya lho…itu kueren banget) mencari lebih banyak lagi manusia yang mau untuk diselamatkan. Tuhan ga pernah menyesal menciptakan apapun kecuali manusia. Karena manusia jatuh dalam dosa, mendukakan hati-Nya dengan menyembah berhala dan mengeraskan hati untuk bertobat. Hal itu membuat Tuhan menyesal telah menciptakan manusia. Namun, satu hal yang perlu kita syukuri bahwa Ia adalah Allah yang setia walau kita tak setia. Ia tetap Allah yang mengasihi manusia. Perhatikan kontradiksi ini : Ia menyesal menciptakan manusia tapi Ia tetap mengasihi manusia. Wow….so amazing guys! Aku pernah punya pengalaman bahwa untuk belajar tetap mengasihi orang yang menjengkelkan itu syusahnya minta ampyun apalagi orang yang telah melukai hatiku. Wuih itu perjuangan berat tenan! Tapi itulah tantangan buat kita yang mau mendaftarkan diri jadi pengikut Kristus alias punya label Kristen. Bukan cuma sekedar status agama di KTP aja.
Manusia berasal dari debu dan ga ada seorang pun juga menyukai debu. Coba jika badan kita berdebu pasti pengen mandi kan, atau adakah orang yang betah tinggal di tempat yang berdebu? Nobody want ash.
Dari yang asalnya ”debu” tak diinginkan dimana2, Tuhan telah mengangkat kita menjadi ”terang dunia” yang dicari dimana2. Sungguh suatu anugerah yang luar biasa dan patut kita syukuri!
Untuk jadi terang dunia itu bukan berarti kita jadi jadi orang terkenal dulu. Banyak hal2 sederhana yang dapat kita perbuat untuk bisa jadi terang dunia koq. Aku mau sharing nih : aku ada teman yang dulunya deket trus karena kesibukan masing2 kami jadi ga kontak blas. Trus sabtu kemarin dia ngajak makan kepiting bareng. Ya uda karena ga ada acara akhirnya aku temani. Ngobrol2 akhirnya dia cerita kalo dia habis keseleo tangan kanannya jadi uda seminggu ini dia ga melakukan aktivitas apa2. Waktu keluar makan bareng aku itu adalah keluarnya untuk pertama kali setelah sakit. Dia bilang kalo dia bisa jadi semangat lagi pas bareng aku. Dulu dia ada trauma menyetir mobil karena pernah kecelakaan trus 3 tahun yang lalu akhirnya dia mau nyetir lagi setelah aku paksa untuk menghadapi traumanya itu hehe (memaksa untuk kebaikan). Trus habis keseleo itu dia merasa ga bisa menyetir lagi so dia cari aku supaya bisa menemukan spirit lagi buat nyetir. Uhmm…surprise juga pas aku dengar pujian dia itu hehe aku ga pernah merasa bisa untuk ”cheer up” orang lain masalahe :p lewat obrolan yang sederhana, nasehat maupun sms encouragement kecil ternyata itu bisa membuat kita jadi ”terang” buat orang itu. Bukan sesuatu yang muluk untuk dilakukan kan?
Hari Minggu kemarin di gereja juga diperdengarkan tentang nubuat Nabi Yesaya tentang ajakannya untuk bangkit dari keputusasaan dan kelesuan. (Yesaya 60 : 1) ”Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.”
Terang dan kemuliaan Tuhan telah dan akan selalu mengalahkan situasi kegelapan yang memadamkan semangat dan harapan. Saat kita yakin dan sadar akan campur tangan Tuhan dalam setiap peristiwa hidup, kita akan selalu berharap dan bersemangat meski kita berada dalam situasi yang penuh air mata. Dan sebagai orang beriman dan rekan kerja Kristus, kita diharapkan bisa membawa terang atau harapan dan semangat bagi orang2 yang berada dalam kegelapan baik lewat kata2 maupun perbuatan konkret. So, akhir kata : mari berjuang untuk menjadi terang bagi sekitar kita demi terwujudnya dunia yang lebih baik!
Jesus bless us ^^
5 Januari 2010
(”,) Rini (,”)
Artikel yang berhubungan:
1 komentar »
Bagaimana menurut Anda?
Untuk menampilkan foto pada komentar Anda, daftarkan email Anda di gravatar!


weew..bgs skali…trims bt masukan ny..